Kroasia Dihancurkan Inggris, Luka Modric Kecewa dan Malu

0

SPORT, Bulir.id – Kapten Timnas Kroasia, Luka Modric mengungkapkan kekecewaannya mendalam atas kekalahan telak timnya dari timnas Inggris di laga Nations League di Rijeka, Sabtu (3/10/2026) malam WIB.

Kekalahan timnas Kroasia tersebut merupakan yang terbesar sejak memutuskan menjadi negara sendiri pada 1991. Kekalahan ini juga sekaligus mencoreng nama besar sang kapten Luka Modric yang meraih banyak penghargaan bergengsi.

Pemenang Ballon d’Or 2018 itu menilai kekalahan dari Inggris tidak hanya disebabkan oleh kualitas lawan. Bagi Luka Modric kekalahan tersebut juga disebabkan oleh banyak kesalahan yang dilakukan oleh timnya.

Menurut mantan gelandang Real Madrid, kesalahan timnya adalah tidak menunjukkan agresivitas serta kebersamaan yang seharusnya menjadi bagian dari permainan mereka.

Pemain veteran tersebut juga merasa kekalahan dengan skor besar telah mencoreng reputasi yang dibangun Kroasia selama bertahun-tahun. Ia menegaskan bahwa hasil buruk tetap harus diterima, tetapi cara mereka kalah tidak dapat dibenarkan.

“Sulit mencari penjelasan untuk penampilan seperti ini tanpa membicarakan gesekan, kesalahan, agresivitas, dan kurangnya kebersamaan. Saya sudah berada di sini selama 20 tahun, tetapi untuk pertama kalinya saya merasa malu setelah pertandingan,” kata Modric.

“Kekalahan ini bisa dimengerti karena Inggris lebih baik dari kami saat ini, tetapi kalah dengan cara seperti ini dan mencoreng reputasi yang telah kami bangun selama bertahun-tahun tidak dapat diterima. Saya merasa sangat malu,” lanjut Modric.

Modric menilai penampilan Kroasia di ajang ini sangat jauh dari standar seharusnya sebab mereka sudah memenangkan beberapa ajang internasional termasuk finis tempat ketiga di Piala Dunia 2022.

Sebagai negara dengan ranking 10 Fifa, kekalahan ini jauh dari standar yang seharusnya mereka tunjukkan di level internasional. Ia bahkan merasa timnya seperti kehilangan sejumlah pemain karena tidak mampu bermain sesuai kemampuan.

Meski kecewa berat, Modric meminta rekan-rekannya tidak mencari kambing hitam setelah kekalahan tersebut. Ia menilai seluruh anggota tim harus menghadapi situasi sulit itu bersama-sama sebelum bertemu Spanyol.

“Anda tidak bisa bermain sepak bola seperti ini. Rasanya seolah-olah kami kehilangan empat atau lima pemain. Ini adalah malam yang membawa bencana, dan kami tidak boleh saling menyalahkan atau mencari kambing hitam, kami harus tetap bersama,” ujar Modric.

“Hari ini kami bahkan akan kalah dari tim divisi tiga,” sambung Modric.

Modric Desak Kroasia Bangkit

Modric mengajak rekan-rekannya untuk bangkit dan tidak larut dalam rasa bersalah atas kekalahan yang memalukan tersebut. Sebab pada pertandingan berikutnya mereka harus menghadapi jura Piala dunia 2026, Spanyol.

Bagi sang kapten, pertandingan menghadapi Spanyol menghadirkan tantangan berat. Sehingga ia meminta rekan-rekannya untuk menunjukkan karakter berbeda ketika menghadapi tim Matador tersebut.

Menurutnya, para pemain harus memperlihatkan rasa frustrasi, kebanggaan, keinginan, kemauan, dan persatuan untuk merespons hasil memalukan tersebut. Modric menegaskan bahwa penampilan seperti ketika menghadapi Inggris tidak boleh kembali terjadi.

“Kami harus bersatu karena pertandingan sulit lainnya sudah menanti. Kami harus menunjukkan keberanian sejati dan apa yang kami miliki dalam hal frustrasi, kebanggaan, keinginan, kemauan, dan persatuan,” tegas Modric.

“Bermain seperti ini tidak dapat diterima,” lanjutnya.

Selanjutnya sang juru taktik Slaven Bilic juga merasa bersalah atas kekalahan tersebut. Ia mengakui Kroasia memang memiliki sejumlah persoalan sejak dirinya mengambil alih tim pada musim panas.

Namun, sang pelatih tidak ingin menunjuk satu faktor tertentu sebagai penyebab kekalahan telak tersebut dan memilih menyebutnya sebagai kegagalan kolektif.

Bilic juga mengambil tanggung jawab atas kondisi yang dialami Kroasia. Ia menilai performa timnya pada pertandingan tersebut berada di luar batas yang seharusnya mereka tunjukkan.

“Sejak mengambil alih tim pada musim panas ini, memang ada sejumlah masalah, itu pasti. Namun, tanggung jawab ada pada saya. Mencoba mencari penyebab secara spesifik, mengatakan ini terjadi karena hal tersebut sementara yang lainnya baik-baik saja, tidak. Ini murni blackout kolektif,” kata Bilic.

Kekalahan tersebut membuat Bilic tidak mampu melihat banyak hal positif dari penampilan timnya. Ia juga memahami kekecewaan yang dirasakan pemain, suporter, dan seluruh pihak yang berkaitan dengan Kroasia.

Pelatih tersebut mengaku baru berbicara dengan para pemain setelah pertandingan. Menurutnya, tidak ada pihak yang lebih terpukul atas hasil tersebut dibandingkan mereka yang berada di dalam tim.

“Sulit untuk mengatakan sesuatu yang masuk akal atau positif setelah pertandingan seperti ini. Saya pikir kami kecewa, saya kecewa, dan kami semua menyesal. Saya merasa kasihan kepada anak-anak yang berada di sana, saya merasa kasihan kepada para penggemar, kepada kami, dan kepada para pemain,” ujar Bilic.

“Percayalah, saya baru saja berbicara dengan para pemain. Percayalah, tidak ada yang lebih terpukul dengan ini daripada kami. Inilah yang terjadi, kami harus menerimanya,” tegas Bilic.*