Luhut Binsar Pandjaitan Dituding Belum Memahami Demokrasi

0

Jakarta, Bulir.id – Menteri bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dituding belum memahami demokrasi. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil seperti dilansir Tirto.id, Jumat (10/6).

“Jadi dia beranggapan bahwa demokrasi itu hanya meributkan saja dan demokrasi hanya suatu kebisingan saja,” kata Nasir.

Nasir menyampaikan hal itu karena ia menilai Luhut seperti merasa risih terhadap kritikan DPR. Padahal, salah satu tugas DPR kata Nasir adalah mengawasi kekuasaan dengan kritikan.

“Jadi dia beranggapan seperti itu. Jangan ribut-ribut, padahal sebagai anggota DPR kita punya fungsi pengawasan. Sebagai anggota DPR, kami tidak perlu konfirmasi, sampai bilang telpon dulu saya”, katanya.

Nasir menambahkan, DPR wajib menyampaikan kritikan secara terbuka terhadap kerja kekuasaan tanpa terlebih dahulu mengonfirmasi kepada pemerintah.
Oleh karenanya, Nasir meminta kepada pemerintah dan terkhusus Menko Luhut untuk menjadikan demokrasi sebagai asas dalam pembangunan dan mensejahterakan rakyat.

“Yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana demokrasi itu kompatibel dengan upaya pembangunan. Menghadirkan kesejahteraan. Dan kalau dia benar kenapa harus merasa terganggu,” ungkapnya.

Sebelumnya, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Banggar DPR RI, Luhut geram soal banyaknya kritik yang dilayangkan oleh DPR terkait rencana tiket naik ke Candi Borobudur. Luhut meminta anggota DPR tidak melontarkan pendapat di publik jika tidak tahu masalahnya.

“Kadang-kadang maaf teman-teman bapak ibu [DPR] juga yang langsung kritik saya, nembak tidak tahu masalahnya,” kata Luhut kepada anggota DPR dalam rapat Banggar DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Padahal, kata Luhut, anggota dewan bisa bertanya langsung kepadanya soal kenaikan tiket Candi Borobudur. Daripada menyerang dan mengkritik seolah ingin mencari popularitas. “Mohon lain kali telepon saya saja pak, masalahnya apa sih. Jadi jangan cari, mohon maaf bapak ibu, cari popularitas dengan nyerang saya pak,” ungkapnya.