Pastor Gusmao Calonkan Diri Sebagai Presiden Timor Leste, Status Imamat Resmi Dicabut Paus Fransiskus

0

Jakarta, Bulir.id – Paus Fransiskus telah mencabut satatus Imamat salah satu Imam diosesan Timor-Leste, Martinho Germano da Silva Gusmao yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum pada Maret 2022 mendatang.

Mantan imam diosesan tersebut akan ambil bagian dalam perhelatan akbar sebagai orang nomor satu di negeri berpenduduk mayoritas Katolik itu. Ia akan mencalonkan diri sebagai presiden secara independen.

Ia dikabarkan telah mengajukan surat pengunduran diri sejak Januari 2020 kepada uskup Baucau, Dom Basilio Nascimento yang meninggal bulan lalu dan surat kepada paus pada Februari 2020. Selanjutnya Nascimento membebastugaskan Gusmao dari tugas imamat pada bulan Agustus.

Takhta suci melalui Paus Fransiskus kemudian secara resmi mengumumkan pencabutan status imamat pada pada 21 November 2021. Pencabutan itu diumumkan dalam sebuah komunike yang ditujukan kepada umat Katolik di Keuskupan Baucau, di mana Martinho Germano da Silva Gusmao berada.

Komunike tersebut berbunyi, mulai hari ini dan seterusnya, Martinho Germano da Silva Gusmao akan menjalani hidupnya sebagai orang awam biasa dan terus bersaksi tentang iman sebagai orang awam yang baik.

Vikaris Jenderal Pastor Alipio Pinto Gusmao dan Wakil Rektor Pastor Deonisio Guterres Soares, ikut serta dalam penandatanganan komunike, mengungkapkan bahwa Gusmao akan menjalani hidupnya sebagai orang awam biasa dalam masyarakat, tetapi sakramen imamat yang diterimanya tidak dibatalkan dan akan tetap melekat pada dirinya.

Pada kondisi dan waktu tertentu Martinho Gusmao dapat menyelenggarakan sakramen pengakuan dan memberikan pengampunan dosa secara resmi. Hal tersebut dapat dibenarkan apabila orang-orang yang berada dalam situasi bahaya maut dan tidak ada imam untuk segera diberikan sakramen pengakuan dosa, ungkap mereka.

Kedua petinggi gereja itu juga mengucapkan terima kasih atas pelayanan Gusmao sebagai imam dan meminta umat Katolik untuk berdoa agar dia tetap bisa menjadi orang awam yang baik dan terus bersaksi tentang imannya sebagai orang Kristen di masyarakat.

Pengumuman itu menyusul surat yang dikirim oleh Kardinal Luis Antonio Tagle, prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa, pada 15 Oktober kepada Gusmao.

Gusmao pernah mengenyam pendidikan ilmu politik di Universitas Kepausan Gregorian di Roma dan mantan komisioner Komisi Pemilihan Nasional Timor-Leste, mengaku bahwa keputusannya untuk mengundurkan diri adalah untuk terlibat dalam urusan politik, termasuk mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan.

Dosen Instituto Superior de Filosofia de Theologia (ISFIT), Dom Jaime Garcia Goularat di Fatumeta, Dili, mengatakan bahwa keputusan Vatikan membuat persiapannya agar menjadi calon presiden lebih lancar.*

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here