Paus Leo XIV Umumkan Santo Yohanes Henry Newman sebagai Pujangga Gereja

0

VATIKAN, Bulir.id – Paus Leo XIV telah mengumumkan St. John Henry Newman sebagai Doktor Gereja, mengakui kardinal dan teolog Inggris tersebut salah satu orang yang paling berpengaruh yang berpindah agama dari Anglikanisme sebagai tokoh iman dan intelektual dalam Katolikisme modern.

Pengumuman tersebut berlangsung pada awal Misa Hari Raya Semua Orang Kudus pada 1 November, yang dirayakan di Basilika Santo Petrus sebagai bagian dari Yubileum Pendidikan. Kardinal Marcello Semeraro, prefek Dikasteri untuk Penggelaran Orang Kudus, membacakan biografi Newman dan secara resmi meminta Paus untuk menyatakan santo tersebut sebagai Pujangga Gereja.

Paus Leo kemudian membacakan rumusan khidmat dalam bahasa Latin yang menyatakan Newman sebagai doktor ke-38 Gereja Universal. Paus juga menunjuk Newman sebagai pelindung bersama pendidikan Katolik, menempatkannya di samping Santo Thomas Aquinas dalam peran tersebut.

Sebuah Inspirasi bagi Generasi Baru

“Posisi spiritual dan budaya Newman yang mengesankan pasti akan menjadi inspirasi bagi generasi baru yang hatinya haus akan hal yang tak terbatas, dan yang melalui penelitian dan pengetahuan, bersedia melakukan perjalanan yang, seperti dikatakan orang dahulu, membawa kita per aspera ad astra, melalui kesulitan menuju bintang-bintang,” kata Paus dalam homilinya.

“Kehidupan para kudus mengajarkan kita bahwa kita dapat hidup penuh semangat di tengah kompleksitas masa kini, tanpa mengabaikan mandat apostolik untuk ‘bersinarlah bagaikan bintang-bintang di dunia,'” lanjut Paus, mengutip Surat Santo Paulus kepada Jemaat di Filipi. “Pada kesempatan khidmat ini, saya ingin menyampaikan kepada para guru dan lembaga pendidikan: ‘Bersinarlah hari ini bagaikan bintang-bintang di dunia’ melalui komitmen sejati Anda untuk mencari kebenaran bersama dan membagikannya dengan kemurahan hati dan integritas.”

Merujuk pada himne Newman yang terkenal, “Pimpinlah, Terang yang Baik,” Paus Leo menambahkan: “Tugas pendidikan justru menawarkan Terang yang Baik ini kepada mereka yang mungkin akan tetap terpenjara oleh bayang-bayang pesimisme dan ketakutan yang sangat berbahaya. Karena alasan ini, saya ingin menyampaikan kepada Anda: marilah kita melucuti alasan-alasan palsu untuk menyerah dan tidak berdaya, dan marilah kita berbagi alasan-alasan agung untuk berharap di dunia saat ini.”

Paus Leo juga menekankan bahwa “hidup bersinar terang bukan karena kita kaya, cantik, atau berkuasa. Sebaliknya, hidup bersinar ketika kita menemukan dalam diri kita kebenaran bahwa kita dipanggil oleh Tuhan, memiliki panggilan, memiliki misi, bahwa hidup kita melayani sesuatu yang lebih besar daripada diri kita sendiri.”

Akhirnya, beliau mengenang pesan Paus Benediktus XVI kepada kaum muda: “‘Yang paling diinginkan Allah bagi kalian masing-masing adalah agar kalian menjadi kudus. Ia mengasihi kalian jauh lebih dari yang pernah kalian bayangkan.’ Inilah panggilan universal menuju kekudusan yang telah menjadi bagian penting dari pesan Konsili Vatikan II. Dan kekudusan ditujukan bagi semua orang, tanpa terkecuali, sebagai perjalanan pribadi dan komunal yang ditandai oleh Sabda Bahagia.”

“Saya berdoa agar pendidikan Katolik dapat membantu setiap orang menemukan panggilan mereka sendiri menuju kekudusan,” kata Paus.

Apa itu Doktor Gereja?

Gelar “Doktor Gereja” diberikan kepada orang-orang kudus yang diakui karena pengetahuannya yang luar biasa, kekudusannya yang mendalam dan kontribusinya yang signifikan terhadap teologi Katolik.

Untuk menerima gelar tersebut, seorang santo harus menunjukkan kesucian luar biasa yang dikonfirmasi melalui kanonisasi, keunggulan dalam doktrin melalui tulisan-tulisan yang berpengaruh abadi, dan pengumuman resmi oleh Paus.

Doktor Gereja terakhir sebelum Newman adalah St. Irenaeus dari Lyon, yang diumumkan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2022 sebagai “Doktor Persatuan.”

Pujangga Gereja lainnya termasuk Santo Agustinus, Santo Ambrosius, Santo Thomas Aquinas, Santo Teresa dari Avila, Santo Katarina dari Siena, Santo Theresia dari Lisieux, Santo Antonius dari Padua, dan Santo Fransiskus dari Sales.

Siapakah St. John Henry Newman?

St. John Henry Newman lahir di London pada 21 Februari 1801. Awalnya seorang pendeta Anglikan, ia menjadi salah satu tokoh terkemuka Gerakan Oxford, yang berupaya mengembalikan Gereja Inggris ke akar-akarnya yang kuno. Refleksi teologisnya membawanya semakin dekat dengan Katolikisme, dan pada tahun 1845 ia masuk Gereja Katolik.

Dalam sambutannya setelah Misa hari Sabtu, Paus Leo menyambut delegasi resmi Gereja Inggris, yang dipimpin oleh Uskup Agung Stephen Cottrell dari York, dan berdoa agar Newman dapat “menemani umat Kristiani dalam perjalanan mereka menuju persatuan penuh.”

Ditahbiskan sebagai imam Katolik pada tahun 1847, Newman mendirikan Oratorium St. Philip Neri di Inggris dan kemudian menghasilkan banyak sekali karya lebih dari 40 buku dan sekitar 20.000 surat yang mencakup teologi, filsafat, dan pendidikan.

Paus Leo XIII mengangkatnya sebagai kardinal pada tahun 1879. Newman memilih Cor ad cor loquitur (“Hati berbicara ke hati”) sebagai mottonya, yang mencerminkan keyakinannya bahwa pertobatan sejati adalah kembali ke kediaman Tuhan yang terdalam di dalam hati.

Ia wafat di Edgbaston, Inggris, pada tahun 1890. Paus Benediktus XVI membeatifikasinya pada tahun 2010, dan Paus Fransiskus mengkanonisasinya pada tahun 2019. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Katolik Rednal, Birmingham.*