Pep Guardiola: Di Tangan Erik ten Hag, Manchester United Menuju Masa Kejayaan

0

SPORT, Bulir.id – Manajer Manchester City Pep Guardiola mengungkapkan bahwa, Manchester United kini sedang mengalami performa terbaik sebab kembali kompetitif di puncak klasemen.

Terakhir Setan Merah mengangkat trofi liga Premier Inggir pada tahun 2013. Peraih 20 trofi liga Premier tersebut usai meraih trofi terakhirnya,  mengalami musim-musim yang buruk sehingga mengalami paceklik gelar.

Namun pada musim ini, mereka memiliki catatan yang apik sebab tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan sejak kekalahan 6-3 oleh City dan Guardiola mengatakan dia melihat perubahan positif di bawah manajer Erik ten Hag.

“Saya merasa United akan kembali,” kata Guardiola.

“Akhirnya United kembali. Saya telah melihatnya pada hari Kamis (kemenangan 3-0 atas Sheriff Tiraspol) dan melawan Chelsea di babak pertama (dari hasil imbang 1-1 akhir pekan lalu).

“Saya katakan, saya suka apa yang saya lihat dari United sekarang. Akan ada banyak tim seperti United yang bertarung. Itu sebabnya Anda harus berjuang untuk lolos ke Liga Champions dan berjuang untuk gelar.”

Guardiola juga mengatakan bahwa, Newcastle kini berada dalam empat besar dan memiliki kans besar untuk memperebutkan gelar.

“Newcastle sudah ada di sana,” tambah Guardiola, namun City juga mengincar gelar Liga Premier ketiga berturut-turut.

“Saya melihat mereka melawan Tottenham. Para bek tengah berhadapan satu lawan satu melawan Kane dan Son tanpa masalah sama sekali.

“Kami memainkan mereka di pertandingan ketiga musim ini. Bayangkan tim ini bermain satu pertandingan dalam seminggu? Kami tahu betapa bagusnya Eddie sang manajer.

“Mereka memiliki pemain baru. Mereka bermain berani. Mereka adalah pesaing untuk berada di sana.”

Guardiola percaya timnya tidak mendapatkan pujian yang cukup untuk apa yang dianggap sebagai kesuksesan yang mudah.

Akhir pekan lalu melawan Brighton adalah salah satu contohnya. City menang 3-1 , dengan Erling Haaland mencetak dua gol yang tampaknya merupakan kemenangan rutin melawan lawan yang lebih rendah.

“Saya melihat para pemain di ruang ganti setelah Brighton, mereka kelelahan,” kata Guardiola.

“Mereka bahkan tidak bisa mengangkat telepon. Bayangkan betapa lelahnya mereka – mereka bahkan tidak punya tenaga untuk membuka Instagram.”*