Singapura Tuding Ustaz Abdul Somad Pro Ekstrimis, Majelis Ulama Indonesia Angkat Bicara

0

JAKARTA, Bulir.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan kritikan pedas kepada pemerintah Singapura usai penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) diusir saat berkunjung ke negeri Singa tersebut.

Salah satu alasan pengusiran lantaran UAS dianggap menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi. Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS yang pernah membahas soal bom bunuh diri dalam ceramahnya.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Menurut MUI hal tersebut dianggap sangat berlebihan. Sebab UAS merupakan ulama dan salah satu tokoh intelektual muda Islam yang karismatik.

“Enggak pro ekstremisme lah. Berlebihan Singapura itu. Sangat berlebihan. Apalagi dia menyebut ekstremis, jadi enggak benar itu. Saya tahu Singapura kan pro Yahudi, pro Israel. Israel enggak suka dengan seluruh perlawanan yang melawannya,” kata Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri

Menurut Sudarnoto, sejatinya Singapura tidak usah mencari-cari alasan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Ia juga melanjutkan, pemerintah Indonesia tak pernah mencekal kegiatan dakwah UAS selama ini.

“Kalau seandainya dia teroris dan pro ekstremis, pemerintah Indonesia sudah mencekal sejak lama, tapi ini enggak ada persoalan. Jadi pernyataan Singapura sangat mengganggu sekali,” ungkap Sudarnoto.

Ia juga mengkiritisi balik pernyataan Singapura tersebut dengan balik mempertanyakan apakah Singapura mau menganggap negara Israel sebagai teroris. Sebab, Israel kerap melanggar hak asasi manusia dan menyingkirkan hak hidup orang Palestina. Pelanggaran itu masih terus dibiarkan sampai saat ini.

“Itu sangat ganggu perasaan umat Islam di Indonesia. Sangat ganggu hubungan bertetangga,” ucapnya.

MUI juga meminta Dubes Singapura untuk Indonesia mengklarifikasi dan meminta maaf terkait insiden tersebut. Sangat disayangkan sampai saat ini belum ada pernyataan resmi terkait pengusiran UAS.

“Sampai sekarang kan Kedubes Singapura belum ngomong karena yang ngomong sana langsung (Kemendagri Singapura). Dubes Singapura di Jakarta harus minta maaf atas pernyataan yang sangat gegabah itu,” kata dia.

Sebelumnya, UAS juga pernah ditolak masuk Hong Kong pada tahun 2017 dan Timor Leste tahun 2018.*