Ternyata ini Sosok Pemain Terbaik Final UCL Setelah PSG Mempermalukan Inter di final Liga Champions

0
Paris Saint-Germain (PSG) menangkan trofi UCL 2025, kalahkan Inter Milan 5-0 di final.

SPORT, Bulir.id – Paris Saint-Germain (PSG) mencatat kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di final Liga Champions UEFA 2024-25 pada Minggu, 1/6/25.

Setelah pertandingan yang berat sebelah itu, Desire Doue dari PSG menerima penghargaan ‘Player of the Match’ dari mantan bintang Real Madrid Marcelo.

Doue, yang merupakan salah satu bintang PSG yang patut diwaspadai menjelang final, mencetak dua gol melawan Inter. Pemain berusia 19 tahun itu juga memberikan assist gemilang untuk gol pembuka Achraf Hakimi (12′) di final Liga Champions.

Dalam 67 menit di lapangan, Doue mencatat akurasi umpan sebesar 73% (19/26). Remaja itu juga menciptakan dua peluang emas, melepaskan tiga umpan kunci, dan mencatat tiga tembakan tepat sasaran, sehingga ia memperoleh rating 9,7/10.

Pemain Prancis itu juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol sekaligus memberikan assist di final Liga Champions sejak Cristiano Ronaldo pada tahun 2014.

Dalam 54 penampilan bersama PSG pada musim kompetisi 2024-25, Doue mencetak 15 gol dan memberikan 16 assist. Ini termasuk sembilan sumbangan gol UCL (lima gol dan empat assist) dalam 16 pertandingan.

Bagaimana PSG mengamankan kemenangan meyakinkan atas Inter Milan di final Liga Champions?

Pada awal pertandingan, PSG lebih menyerang sementara Inter lebih menekankan pertahanan mereka. Namun, pada menit ke-12, Doue memberikan umpan yang menghancurkan pertahanan kepada Hakimi, yang membawa PSG unggul.

Delapan menit kemudian, tendangan Doue membentur Federico Dimarco dan masuk ke gawang, sehingga skor menjadi 2-0. Pada menit ke-63, Vitinha melepaskan umpan kepada Doue, yang berhadapan satu lawan satu dengan Yann Sommer dan berhasil menjebol gawang lawan.

Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol keempat PSG pada menit ke-73, dan Senny Mayulu (86′) membuat skor menjadi 5-0 dalam final melawan Inter.

PSG menguasai 59% penguasaan bola, sementara Inter Milan 41%. Dari sisi pergantian pemain, Paris mencatatkan 23 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran, sementara Inter hanya mencatatkan delapan percobaan gol, dua di antaranya tepat sasaran.*