“Tersembunyi dari Kata-kata,” Kumpulan Puisi Gerard N Bibang

0

MENYEPI MENYENDIRI

akhirnya menyepiku adalah jalan sunyi
mendendangkan lagu bisu, sendiri
di lubuk sanubari

akhirnya menyepi dan menyendiri adalah jalan pertumbuhan
untuk menjadi semakin manusia dan tidak sekedar jasad

menyepi, menyendiri
akhirnya dua-duanya penting
supaya aku benar-benar mendengar apa yang menjadi isi dari keramaian
bahwa dalam sendiri dan sepi
citraku menjadi nyata
ialah aku tidak ada niatan sedikitpun untuk mendua

TERSEMBUNYI DARI KATA-KATA

jika cinta, katakan cinta
wahai kekasihku, aku tak bisa
sengaja kutempuh jalan sunyi
untuk mendendangkan lagu rindu, sendiri
cinta terurai rasa memang tidak lagi tersamar
sengaja kusembunyikan dari umbaran kata-kata
toh cinta ini belum kutemukan bentuknya seperti apa

sesekali temuilah aku dalam sunyiku
agar terjadi saat saling mengusap peluh dendam rindu
tak ingin khayal menimpukku batu demi batu kepalsuan
demi mengongkosi penantianku yang penuh kelabu
*(gnb:tmn aries:jkt:jumat:11.2.22)

WAKTU DI AWAL MALAM

waktu menapaki tanah dan jalanan di kotaku
berjingkrak perlahan menjemput awal malam
jika saja diperkenankan,
ia pengin tinggal abadi pada kotaku
tapi ia tidak mau

waktu harus melepaskan senja
ia menjemput awal malam
waktu pengin engkau mengulangi sumpah cintamu
jika dari mulutmu ia cium bau harum karena kemuliaan hatimu,
maka dijunjungnya engkau
jika dari badanmu ia hirup bau busuk karena ambisi, keserakahan dan ingat diri
maka seluruh malam-mu akan menjadi sampah yang tengik
gaulilah ia
waktumu cintamu
selepas hari, sama saja

SAJAK TERTIMBUN

di awal malam ada tembang rindu
tanpa kata, bisu dalam kalbu
mengarungi sejarah yang tidak selalu terang
mendebarkan cinta demi niscaya
tiada ruang untuk pulang menghilang
rindu terdaras sambil termangu
untuk engkau yang abadi dalam rinduku

awal malam muara sajak tertimbun
dekaplah aku dalam sepiku
ubah sendiri jadi satu
apa yang terjadi bukan soal ‘ya’ atau ‘tidak’
di awal malam, jiwa bertahan selembut napas
*(gnb:tmn aries:jkt:sabtu:12.2.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta