Tingkatkan Kompetensi Perawat, FIKES UNIPA Selenggarakan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

0

MAUMERE, Bulir.id – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nusa Nipa menyelenggarakan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bekerjasama dengan PT. PIKI (Pelatihan Ilmu Keperawatan Indonesia).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari dengan metode daring (25-27 Mei 2023) dan luring (29-30 Mei 2023) bertempat di Aula Nawacita Universitas Nusa Nipa.

Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan pelatihan yang bertujuan untuk menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan atau gangguan sirkulasi pada sistem kardio-pulmonar.

Penanganan masalah tersebut sangat penting, terutma untuk memberikan bantuan hidup dasar demi menyelamatkan jiwa dan meminimalisir kerusakan organ serta mengurangi angka kematian dan kecacatan penderita.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Ns. Agustina Sisilia Wati Dua Wida, M.Kep. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa setiap perawat berkewajiban meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal pelayanan kesehatan terutama dalam hal penanganan kegawatdaruratan.

“Tujuan diselenggarakan pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mahasiswa program studi ilmu keperawatan, terutama dalam lini keperawatan gawat darurat dan kritis,” ucap Agustina Sisilia.

Lebih lanjut Dekan Fakultas FIKES tersebut menambahkan pelatihan BTCLS ini sangat berguna untuk menjadi bekal bagi calon perawat atau Fresh Graduate Student sebelum bekerja di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Menurutnya, calon pegawai yang memiliki sertifikat BTCLS akan lebih diprioritaskan oleh sebuah institusi kesehatan yang membuka lowongan pekerjaan.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan juga dapat digunakan sebagai SKPI bagi para alumni ketika melamar pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan keahliannya sebagai ners.

Kegiatan ini dinilai penting karena kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja. Upaya mengatasi kegawatdaruratan pada penyelamatan jiwa (life saving) dengan mempertimbangkan waktu, tantangannya adalah nyawa.

Kecepatan pemberian pertolongan akan sangat berpengaruh kepada keselamatan jiwa pasien, atau dengan kata lain, apabila pertolongan terlambat diberikan akan berakibat kematian.

Di akhir sambutannya Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Rektor Universitas Nusa Nipa beserta jajaran, PT. Pelatihan Ilmu Keperawatan Indonesia (PT.PIKI). Serta segenap pimpinan instansi pelayanaan kesehatan, panitia penyelenggara kegiatan BTCLS, Organisasi PPNI dan Para peserta BTCLS yang telah berkenan meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan ini.

Ns. Pirton Lumbantoruan, M.Kep selaku Direktur PT. PIKI sekaligus trainner pelatihan BTCLS menyampaikan ucapan terimakasih kepada Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa yang telah melakukan MOU dengan PT.PIKI untuk kegiatan pelatihan BTCLS dan ini merupakan kegiatan yang kedua setelah 2017.

Pelatihan BTCLS menurut beliau sangat penting diikuti oleh para lulusan perawat karena trend saat ini seluruh institusi pelayanan kesehatan memberikan persyaratan bagi para pelamar untuk wajib memiliki sertifikat BTCLS.

Selain itu, bagi para tenaga perawat yang sudah bekerja juga sangat penting memiliki sertifikat pelatihan BTCLS ini karena dapat meningkatan kompetensi keahlian. Sekaligus dapat membantu perawat dalam pengurusan STR serta sebagai pendukung dalam akreditasi institusi pelayanan kesehatan tempat perawat tersebut bekerja.

“Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan perawat dalam menangani kasus kegawatdaruratan maka diperlukan peningkatan profesionalisme perawat dalam melakukan penanggulangan penderita yang mengalami kondisi kegawatdaruratan,” ungkap Ns. Pirton.

Ns. Pirton juga berharap agar para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang di peroleh dapat diaplikasikan di masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari lulusan Profesi Ners Universitas Nusa Nipa dan dari berbagai instansi kesehatan seperti perawat dari puskesmas dan rumah sakit sedaratan Flores.*