BREAKING NEWS! Polisi Tangkap 29 Mahasiswa di Bandung, Berikut Penyebabnya

0

Jakarta, BULIR.ID – Polisi menangkap sejumlah mahasiswa buntut unjuk rasa menolak Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Unjuk rasa para mahasiswa tersebut berakhir ricuh di depan Gedung DPRD Jabar, Kamis (15/12/22).

Putri, seorang perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Berani Hadapi mengatakan, total ada 29 mahasiswa dan 2 masyarakat yang ditahan di Mapolrestabes Bandung.

“29 mahasiswa 2 masyarakat,” ujar Putri, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (16/12/2022).

Ia tidak merinci, dari kampus mana saja mahasiswa yang saat ini ditahan pihak kepolisian.

Ia hanya memastikan jika hingga kini, belum ada satupun yang dibebaskan polisi.

“Belum,” katanya.

Menurut Putri, terdapat berbagai versi terkait kronologis penangkapan para mahasiswa yang berkunjuk rasa kemarin.

“Itu ada berbagai versi, cuma yang saya tahu mereka kesapu sama aparat, tidak sempat untuk lari. Setelah itu, banyak teman-teman mahasiswa yang meminta bantuan ke LBH, ada tiga LBH yang mendampingi, pertama LBH Bandung, LBH Berani Hadapi dan PBHI Jabar,” ucapnya.

Saat ini, pihaknya masih bertahan di Polrestabes Bandung untuk memberikan pendampingan kepada para mahasiswa yang ditangkap polisi.

“Terakhir sampai jam tiga pagi masih ada yang diperiksa, belum bisa dibebaskan karena kebijakan dari mereka, lalu mereka merasa punya hak 1×24 jam untuk menahan teman-teman masa aksi, alasannya belum selesai diperiksa,” katanya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa menolak pengesahan KUHP dilakukan Aliansi Mahasiswa Jawa Barat di depan Gedung DPRD Jawa Barat Kamis (15/12/2022).

Kapolsek Bandung Wetan, Kompol Asep Saepudin mengatakan, massa aksi masih bertahan di lokasi hingga pukul 18.00 WIB.

Polisi sudah mengimbau massa aksi untuk membubarkan diri karena telah melewati batas waktu melakukan aksi. Namun, masa aksi tetap bertahan dan menolak membubarkan diri

“Ada aksi anarkis, ada lemparan bom molotov,” ujar Asep.

Aksi ricuh itu pun, kata dia, tak berlangsung lama.

Massa aksi berhasil dipukul mundur dan membubarkan diri.

“Sudah selesai, sudah dibubarkan, sudah kondusif,” katanya.*