Lihatlah, Aku Ini Hamba Tuhan

0

Oleh: Djanuard Lj

MAUMERE, BULIR.ID – Sehari setelah akhir bulan November 2021, saya mendapat undangan dari seorang sahabat suster dari Kongregasi Santa Maria Immaculata (SMI) yang berada di Paroki Habi yang juga mengambil nama pelindung yang sama.

Sudah sekian lama SMI menggarap kebun anggur Tuhan di Paroki Habi. Dan di penghujung tahun 2021 ini mereka menuai 4 orang suster yang mengikrarkan kaul kekal dan 3 orang ikrar kaul pertama.

Ikrar hidup selibat secara total itu bertepatan dengan Pesta Maria Dikandung Tanpa Noda. Pesta ini dirayakan pada setiap 8 Desember, enam bulan sebelum  Kelahiran Maria, yang dirayakan pada setiap 8 September.

Meski di tengah gempuran wabah covid-19 para suster SMI tak lelah bekerja keras menanamkan benih-benih kebaikan yang bersumber dari pokok anggur Kebenaran Sang Kristus. Kerja keras ini sesuai tuntunan Sang Pokok Anggur itu sendiri.

Dalam masa persemaian sampai pada menuai tentulah ada penantian yang cukup panjang. Hal ini dialami para suster SMI. Penantian yang penuh kecemasan sekaligus kegembiraan. Cemas apabila gagal dan gembira apabila berhasil menuai.

Seperti yang tertulis pada nas kitab suci, Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian. Janji kepenuhan ini yang dinantikan oleh para suster SMI dan kini berhasil menuai sesuai dengan janji Sang Empunya. Maka patutlah mereka bergembira.

Demikian pun halnya perayaan Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda juga sama-sama dalam situasi penantian. Bunda Maria yang dikandung oleh Santa Anna dan Santo Joachim, pasangan yang menurut tradisi, telah lama menunggu dan berdoa untuk seorang anak.

Mereka menyesali ketidakmampuan mereka untuk memiliki anak. Kesedihan mereka adalah duka yang diketahui oleh pria dan wanita di segala waktu dan tempat. Ini adalah kesedihan yang ditanggung pasangan selama masa Adven yang penuh harap ini.

Gereja mengajarkan bahwa Maria tidak bernoda, atau tanpa dosa, sejak dia dikandung. Dia bukan tanpa dosa seperti Yesus yang adalah ilahi, tetapi karena Allah memilih untuk memberikan kasih karunia itu kepadanya.

Tetapi karunia yang diberikan kepada Maria tidak jauh berbeda dengan karunia yang diperoleh oleh para suster SMI bahkan untuk kita semua. Karunia itu semua peroleh dalam baptisan. Sebab dalam baptisan kita diperbarui dan dibebaskan dari dosa.

Hari ini SMI diberikan hadiah 7 suster sekaligus. Dalam setiap pemberian ada pemberi dan penerima. Pemberi menawarkan hadiah. Tugas penerimanya sederhana, menerima atau menolak hadiah itu. Maria berkata, “Ya.” Dengan seluruh keberadaannya, dia berkata, “Ya.”

Para suster SMI hari ini mengikrarkan kaul kekal dan kaul pertama sebagai ungkapan kesetiaan kepada Kristus Sang Pokok Anggur. Mereka dengan siap mengatakan “Ya” untuk setia dalam menggarap kebun anggur Kristus, seperti Maria yang juga mengatakan “Ya” sebagai bentuk kesediaan dan penyerahan diri secara total kepada Kristus.

“Lihatlah, aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanmu.” (Lukas 1:38a).

Ketika Malaikat Gabriel memanggil Maria “penuh rahmat”, dia mengakui bahwa Allah telah memberikan Maria suatu karunia dan bahwa Maria telah dengan bebas menerima karunia itu.

Bunda Maria telah menerima karunia dan mengenakan Kristus serta dibebaskan dari noda dosa. Nyala iman yang berkobar telah hidup di dalam hatinya. Dan ia telah menerima karunia dan selalu berjalan sebagai anak terang.

Maria begitu dipenuhi dengan kelimpahan berkat Allah sehingga tidak ada ruang di tubuhnya, di pikirannya, atau di dalam hatinya untuk dosa.

Dibalik penjelasan Lukas bahwa Yesus lahir dan “dibaringkan … di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan” (Lukas 2:7b), di penginapan yaitu tubuh Maria ada banyak tempat untuk Kristus, tapi tidak untuk dosa.

Semoga di perayaan Bunda Maria Dikandung Tanpa Dosa menyadarkan kepada kita semua dan terutama bagi ke-7 saudari kita yang menerima kaul kekal dan pertama meneladani Maria sebagai model dalam berkarya di kebun anggur Kristus. Menjadikan diri sebagai penginapan dan rumah bagi mereka yang membutuhkan.

Selalu mengatakan “Ya” sebagai ungkapan kesediaan dalam seluruh karya pelayanan sebagai pekerja di kebun anggur Kristus. Sekaligus dengan kerendahan hati mengatakan, “Aku ini hamba Tuhan, Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”*

Jakarta, 08/12/2021


Segenap jajaran Redaksi dan Management media Bulir.id  mengucapkan Selamat untuk para suster yang menerima Kaul Kekal:

  • Sr. Ma. Anastasia Ale, SMI
  • Sr. Ma. Imelda Palang, SMI
  • Sr. MA. Rosamistika Weu, SMI
  • Sr. Ma. Vinsensiana Hediana M., SMI

Selamat untuk para suster yang menerima Kaul Pertama: 

  • Sr. Ma. Beatrix Novirianti, SMI
  • Sr. Ma. Valentina Yuliana, SMI
  • Sr. Ma.  Vensiana Bendhi, SMI