Menko Airlangga Bertemu Menkeu AS di Washington, RI Dorong Negosiasi Tarif AS Rampung dalam 60 Hari

0

Jakarta, BULIR.ID Dalam lanjutan rangkaian diplomasi perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan strategis dengan US Secretary of Treasury, Scott Bessent, Kamis sore (24/04) di Washington, DC. Pertemuan ini menjadi titik penting dalam menindaklanjuti kebijakan Tarif Resiprokal yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 lalu.

Airlangga hadir sebagai Ketua Delegasi sekaligus Koordinator Perundingan atas Kebijakan Tarif AS. Dalam pertemuan tersebut, Secretary Bessent menyampaikan apresiasi tinggi atas kecepatan respons Indonesia. “Saya terkesan dengan surat yang disampaikan oleh Menko Airlangga kepada saya, dan berpandangan bahwa itu adalah awal yang sangat baik. Saya berterima kasih karena Indonesia terus melanjutkan hubungan bilateral yang baik ini,” ujar Bessent.

Indonesia Jadi Negara Prioritas Pembahasan Awal

Bessent menegaskan bahwa Indonesia termasuk dalam kelompok negara pertama yang memulai pembahasan substantif dengan Pemerintah AS, serta menunjukkan progress yang cepat dan positif.

Menko Airlangga dalam pertemuan itu menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan berimbang. Mengutip arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Airlangga menyatakan Indonesia siap membantu mengurangi defisit neraca perdagangan AS dengan meningkatkan pembelian komoditas utama dari AS, seperti minyak, gas, dan produk pertanian.

Komitmen Indonesia: Deregulasi, Investasi, dan Kolaborasi Digital

Airlangga menambahkan, Indonesia akan mengadopsi berbagai kebijakan deregulasi—termasuk dalam hal perizinan impor, kuota, serta peningkatan nilai kandungan dalam negeri. Di samping itu, kerja sama di bidang critical minerals, ekonomi digital, dan sektor keuangan juga menjadi bagian dari tawaran Indonesia.

“Indonesia tetap terbuka dan bersahabat dengan negara mitra, termasuk Amerika Serikat,” tegas Airlangga.

Dengan dukungan kuat dari sektor swasta, asosiasi, dan dunia usaha, Indonesia mendorong agar proses negosiasi tarif segera dimulai pasca-penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) dengan USTR pada 23 April 2025 lalu.

“Kami mengharapkan detail pembahasan dan negosiasi teknis dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari,” pungkas Airlangga.

AS Ajak RI Perkuat Sinergi di G20 dan OECD

Selain negosiasi tarif, Amerika Serikat juga menyampaikan keinginan untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam forum G20. AS akan menjadi Presidensi G20 pada tahun 2026 dan berharap kolaborasi erat dengan Indonesia untuk mendukung agenda ekonomi global Presiden Trump. AS juga mendorong peran Indonesia dalam aksesi keanggotaan OECD sebagai bagian dari upaya reformasi dan deregulasi ekonomi.

Dalam pertemuan ini, Airlangga didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Marie Elka Pangestu, serta jajaran pejabat tinggi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan, termasuk Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington DC, Ida Bagus Bimantara.

Langkah cepat dan strategis Pemerintah Indonesia dalam menghadapi kebijakan tarif AS tidak hanya memperkuat posisi diplomasi ekonomi Indonesia di mata internasional, tetapi juga membuka ruang besar bagi kolaborasi ekonomi yang saling menguntungkan ke depan. Dengan target penyelesaian negosiasi dalam 60 hari, Indonesia menunjukkan keseriusan dan ketangguhan dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.*