LAGU DAWAI GITAR SANG ISTRI (Sesirih Kapur Malam)

0
LAGU DAWAI GITAR SANG ISTRI 
(Sesirih Kapur Malam)

Rantho Dannie*

 

Lagu dawai di ujung petikan jemari kala itu…
Menutur sejumlah kisah tentangmu…
Bisa kisah di musim basah…
Bermain hujan sampai letih…
Bisa juga kisah menjelang lelap…
Menangis di pangkuan Ibu yang lelah…

Lagu dawai di ujung petikan jemari kala itu…
Membingkai cerita – cerita darimu…
Bisa cerita dari dapur rumah…
Makan jagung titi tanpa mengeluh…
Bisa cerita tentang saudara berselisih…
Merebut tanah hingga tubuh roboh…

Lagu dawai di ujung petikan jemari kala itu…
Merunut beberapa kisah tentang kita…
Bisa kisah juang kita di bangku sekolah…
Menjemput pagi karena makalah…
Bisa kisah bertema asmara…
Memanah hati untuk selamanya bersama…
Bisa juga kisah tentang rasa enggan ini….
Enggan ada senja lalu malam dan pagi…

Lebih dari itu…
Lagu dawai di ujung petikan jemari kala itu…
Menarasikan mimpi-mimpi yang abadi…
Mimpi tentang FLOBAMORA :

Ialah…
Menuang ANGGUR MERAH di tanah pertiwi…
Agar pertiwi belajar mandiri di kaki sendiri…
Minum dari hasil anggur usaha sendiri…
Sampai puas dan pulas di tanah sendiri…

Namun….
Lagu dawai di ujung petikan jemariku saat ini…
Tidak lagi bisa mengalbumkan rupa-rupa cerita…
Hanya kisah KEHILANGAN yang ada kini…
Engkau telah jauh pergi tinggalkan semua :
Aku bersama gitar, samudera, dan anak-anak…

Satu dawai gitar ini telah putus…
Namun mimpimu semoga tak akan pupus…
Harmoni sepanjang tempus…!

(Mengenang Berpulangnya Bapak Frans Lebu Raya)
(Mantan Gubernur NTT 2008 – 2018)


*Penulis: Rantho Dannie merupakan alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Ledalero. Beliau sekarang sedang menebarkan benih kebijaksanaan (staf pengajar) salah satu lembaga pendidikan di tanah Merauke-Papua.