“Tiga Frasa Satu Isinya” oleh Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

TIGA FRASA SATU ISINYA

gelisah, bersunyi dan tempat sunyi
tiga frasa satu isinya
ialah rindu membara dalam lubuk hati
cinta yang sekali datang dan tak pernah pergi

tanpa sunyi aku tidak bisa menulis puisi
lha, bukan karena jatuh cinta, tanyamu, nyinyir
tentu karena cinta, kataku
tapi kalau tidak ketemu kekasih ketemunya sunyi juga
rindu itu isinya sunyi, penuh dan full

kalau sunyi itu isinya rindu yang penuh
mengapa ada gelisah tiada tepi mengaliri waktu?
sunyi, rindu dan gelisah itu isinya sama
gelisah karena sunyi justru bisa menyuburkan puisi dalam jiwa
jadi sunyi adalah puisi dan puisi adalah sunyi
satu-satunya jalan menghidupi cinta yang adalah misteri
melampaui logika manusia biasa
takdir menimpa tiada kuat menghadang
*(gnb:tmn aries:jkt:kamis:24.3.22)

JANGAN REMEHKAN PUISI

jangan remehkan puisi, kawan
puisi itu aslinya kata
awal mula kita karena kata
kata adalah cinta kita
puisi bisa mendewasakan pribadi orang dan menghindari dari kutukan untuk menjadi kanak-kanak abadi; maka aku selalu serius berpuisi; untuk tidak menjadi pengemis rahmat; untuk tidak mememperlakukan cinta karena ingat diri; untuk menjadi diri sendiri bukan karena pelarian

menulis puisi
menuju diri sejati
menemukan cinta yang sebenar-benarnya ada
jauh dari keramaian
di lubuk hati
sendiri

maka sunyi bukan soal suka tidak suka, kawan
jangan kau sepeleken puisi yang adalah anak kandungnya
kesunyian kadang punya wajah romantis.
sambil menyeberangi sepi, kupanggil namamu, wanitaku
ratap seorang WS Rendra ketika rindunya memuncak kepada wanita bernama Dik Narti
dalam sunyi, rindu WS Rendra, benar-benar sangat penuh
*(gnb:jkt:tmn aries:kamis:24.3.22)