Analisis Aktivitas Jasmani Atoni Meto, Lolos Seleksi Hibah Penelitian Kompetitif Nasional

0

KUPANG, Bulir.id – Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki keberagaman kearifan lokal yang masih terawat baik oleh masyarakat setempat dan juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah terkait pengambangan usaha pariwisata berbasis budaya.

Setiap kebudayaan memiliki keunikan tersendiri. Karena itu, keunikan tersebut perlu digali dan dieksplor lalu dinarasikan kemudian dipublikasikan sehingga dapat diabadikan. Yang kemudian menjadi warisan tertulis kepada anak cucu nantinya.

Salah satu topik yang diangkat adalah Analisis Aktivitas Jasmani dalam Olahraga Tradisional Atoni Meto Kab. TTU. Topik ini akan digarap oleh dua dosen muda dari NTT yang mengabdi di Universitas San Pedro, Rudobertus Talan, M.Pd dan Florianus Nay, M.Pd.

Ketua peneliti Rudobertus Talan, M.Pd, menyampaikan bahwa lokus penelitian ini dilakukan di 3 kecamatan di Kabupaten TTU yaitu di Kecamatan, Bikomi Utara, Kecamatan Kota Kefamananu, dan Kecamatan Mimaffo Timur, dengan rentang waktu 06 Juni 2022 sampai dengan 01 Juli 2022.

“Melalui kearifan lokal ini kami ingin mengeksplor warisan kekayaan budaya TTU kepada masyarakat Indonesia. Hal ini tentu berdampak positif kepada destinasi wisata untuk kepentingan daerah tetapi juga untuk kepentingan nasional,” ungkap Kaprodi PJKR, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengatahuan ini.

Lebih lanjut, Ketua peneliti yang juga merupakan Tentor Jasmani di Lembaga Bimbingan Belajar dan Pelatihan Seleksi masuk TNI Polri dan Kedinasan Taruna Akademia ini, menyampaikan terima kasih kepada LPPM San Pedro, karena telah mendorong dan memotivasi serta mendukung dalam seluruh proses penelitian ini.

Secara terpisah Anggota Peneliti Florianus Nay, M.Pd menambahkan bahwa isu kearifan lokal ini menjadi sangat menarik karena jika dihubungkan dengan road map yang ditawarkan dari Ristekbin. Topik ini memiliki relevasi terhadap kepentingan nasional dalam isu Pariwisata.

“Kami ingin mengangkat nilai-nilai luhur dari kebudayaan local untuk dijadikan sebuah dokumen tertulis dalam hasil publikasi nanti. Semoga hasil ini dapat dijadikan referensi dan sumber belajar untuk kami di daerah TTU terutama dalam pembelajaran Muatan Lokal yang lebih spesifik mengarah kepada kearifan local daerah,” tutup Kepala LPM Universitas San Pedro ini.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Alex Andiwatir, S.Fil, M.Si, Universitas San Pedro, membenarkan informasi penelitian tersebut.

“Saat ini, Kami di Universitas San Pedro terus berusaha untuk mengapliksikan ilmu dan teori-teori ke dalam kegiatan penelitian dan Pengabdian Masyarakat.”

“Kami ini masih baru, sehingga kami perlu membuat sebuah strategi untuk melompat, agar bisa bersaing dengan kampus-kampus lain di NTT, tutup dosen yang pernah menimba ilmu di kampus Bukit Sandar Matahari itu*