“Bersukacitalah Nyanyian Jiwa” oleh Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

BERSUKACITALAH NYANYIAN JIWA
(minggu laetare:27.3.22)

bersukacitalah nyanyian jiwa
dalam tubuhku yang rapuh dan bukan apa-apa
karena dibolehkan kembali ke rumah SANG CINTA
setelah jalan-jalan sendiri tiada juntrungan

khusuk AKU menantimu, anak-KU
debulah hakekatmu, sudah lama KU-tahu
kembalilah, kembalilah
di rumah-KU, masih banyak tempat
seluas-luas lebih luas dari tepian samudera

itulah SABDA TUHAN-ku
terngiang-ngiang itu dalam kalbu
selalu dari kejauhan IA melambaikan tangan mengucapkan selamat datang
setiap saat hingga langkahku menapak di alas tiba
saat saudara kematian menjemputku tiada diundang

bersukcitalah wahai segala jiwa
hakekat kita memang butiran debu di hamparan mahaluas jagat semesta
namun bangga telah dijadikan manusia dengan kehalusan jiwa
yang menuju kepada ALFA dan OMEGA dalam deru badai dan gelombang
hingga raga kita menghumus dalam tanah
menyuburkan tunas-tunas baru kehidupan
*(gnb:tmn aries:jkt:minggu laetare (sukacita), keempat prapaskah: 27.3.22)

USAH KAU HAPUS DEBUMU

usah kau hapus debu di pipimu
disuruh oleh Allah agar butir-butir debu itu lengket di situ
toh akan tanggal dengan sendirinya bila waktunya tiba
saat setelah debu-debu itu menyusup jiwamu
Allah telah melarungkannya setelah mendengarkan doa tobatmu

maka debumu sirna menuju cahaya
ialah SANG MAHA CAHAYA
selalu menyambutmbu dengan setia
di ujung perjalananmu nun jauh di sana
*(gnb:tmn aries:jkt:minggu laetare, keempat prapaskah:27.3.22)