“Hidup Seribu Tahun” oleh Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

HIDUP SERIBU TAHUN

Orang yang merindu
Sanubarinya tidak pernah bisu
Ia harus rela kehilangan dirinya
Karena kekasihnya merasa berhak memilikinya
Dan karena segala-segalanya bertujuan untuk cinta
Ia didoakan hidup seribu tahun lamanya
Kerinduan memang hakikinya tak bisa lenyap
Karena kerinduan lebih kuat dari kematian
Sejauh-jauh langkah hingga menapak di alas tiba

Ketika bumi kering subur kembali
Oleh hujan musim yang lebat sekali
Di hutan rimba burung-burung tetap terbang tanpa peta
Begitulah rindu di hati selalu menemukan jalannya untuk berjumpa
Tak kan pernah ia mati
Ia abadi dalam sanubari

SEBAB HANYA BERNAMA SEPI

Terngiang selalu suara-suara yang membangkitkan sesuatu
Yang menyebut warna dan tempat yang telah lama disimpan dalam kalbu
Ya, sang kekasih barangkali sedang senandungkan tembang cinta
Kupandang ke luar jendela
Sudah kuduga, langit biru di angkasa langsung menyapa

Sebab hanya bernama sepi
Kerinduan selalu menyatakan dirinya sendiri
Nyata senyata-nyatanya melampaui keriuhan dunia
Menggaungkan cinta yang selalu menggelora
Kadang tersendu di dalam kalbu
Tapi lebih banyak menyeka keringat pilu
*(gnb:tmn aries:jkt:selasa:25.10.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.