KEK Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi, Investasi Tembus Rp294,4 Triliun

0
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Susiwijono Moegiarso dalam Konferensi Pers bertema “KEK sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi: Inspiring Growth, Leading Innovation”, di Jakarta, Selasa (9/09).

Jakarta, BULIR.ID – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya sebagai pusat investasi dan hilirisasi, KEK kini ditargetkan menjadi instrumen strategis Indonesia untuk memperkuat daya saing global sekaligus mendukung pencapaian RPJMN 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa pengembangan KEK sejalan dengan prioritas nasional dalam melanjutkan hilirisasi sumber daya alam. “Ke depan KEK akan terus kita kembangkan, salah satunya dengan mendorong ekspor sekaligus memperkuat substitusi impor,” ujarnya dalam konferensi pers bertema “KEK sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi: Inspiring Growth, Leading Innovation”, di Jakarta, Selasa (9/9).

Investasi dan Lapangan Kerja

Hingga semester I-2025, total realisasi investasi di KEK telah mencapai Rp294,4 triliun, dengan tambahan Rp40,48 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini. KEK juga berhasil menyerap 28.094 tenaga kerja baru atau 56,4 persen dari target tahun ini, sehingga secara kumulatif jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 187.376 orang dengan 442 pelaku usaha.

Capaian KEK di Berbagai Sektor

Sejumlah capaian strategis berhasil ditorehkan di berbagai KEK:

  • KEK Gresik: PT Freeport Indonesia meresmikan smelter tembaga terbesar di dunia, yang juga menghasilkan komoditas emas.
  • KEK Kendal: berdiri pabrik anoda baterai berkapasitas 80 ribu ton per tahun, mampu mendukung produksi 1,5 juta mobil listrik.
  • KEK Sei Mangkei: menarik investasi Rp6,5 triliun dan mencatat ekspor Rp2,7 triliun pada 2024 dari hilirisasi kelapa sawit.
  • KEK Singhasari: membuka perkuliahan King’s College London (KCL) dan segera menghadirkan Queen Mary University of London (QMUL) pada 2026, dengan target total 10 ribu mahasiswa hingga 2030.
  • KEK Nongsa: menarik investasi Rp5,8 triliun dari perusahaan global pusat data.
  • KEK Industropolis Batang: melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan Tiongkok, ditargetkan menyerap investasi USD3,6 miliar (Rp59,3 triliun).
  • KEK Sanur: menghadirkan Bali International Hospital dengan investasi Rp4,42 triliun dan diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp86 triliun dari layanan kesehatan masyarakat.

Forum Investasi Internasional

Sebagai langkah strategis memperkuat branding global, Indonesia akan menggelar Indonesia Special Economic Zone Investment Summit and Awards (SEZ-ISA) 2025 pada 11–12 November mendatang di Jakarta. Acara ini akan mempertemukan investor global, asosiasi bisnis, lembaga keuangan, pengelola KEK, kementerian/lembaga, hingga mitra media nasional dan internasional.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, optimistis forum tersebut akan menjadi momentum penting. “Kami berharap Indonesia SEZ-ISA 2025 dapat membuktikan bahwa KEK mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dengan penguatan KEK, pemerintah menargetkan tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai daerah, sekaligus menjadikan Indonesia salah satu destinasi investasi unggulan dunia dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.