Konsi Kender : Edi Endi Sosok Bupati yang Berani, Cekatan dan Tahu Skala Prioritas

0
Advokat dan politisi Nasdem, Konsi Kender. Foto : Istimewa

LABUAN BAJO, Bulir.id –  Advokat sekaligus politisi partai Nasdem, Konstantinus Kender atau yang familiar dikenal Konsi Kender mengapresiasi kinerja Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi (Edi Endi).

Dia menilai, Edi Endi adalah sosok yang berani dan tahu persis skala prioritas dalam setiap agenda pembangunan. Salah satu keberanian Edi Endi yang bisa dicontohkannya adalah ketegasannya mengambil alih asset-aset vital di Mabar yang dirampok oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Ia berani mengambil alih asset-aset daerah di Mabar yang pernah dikuasai secara illegal oleh oknum-oknum tertentu. Contohnya adalah kasus tanah keranga dan kasus-kasus lain yang pernah dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Kupang,” kata Konsi kepada BULIR.ID via sambungan telpon pada Senin (20/2).

Sebagaimana diketahui, tanah seluas 30 hektar dengan nilai Rp1,3 Triliun yang berlokasi di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo pernah dikuasai secara illegal  oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun setelah ada putusan pengadilan Tipikor, tanah tersebut diserahkan kembali dan menjadi asset tetap pemda Mabar.

Lebih lanjut, Konsi menyebutkan keberanian lain  ditunjukkan Bupati Edi adalah dengan mengambil sikap tegas terhadap pegawai yang tidak disiplin. Ini  dilakukan semata-mata untuk mengubah kebiasaan buruk para pegawai sehingga memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Bupati Edi sangat disiplin. Ia pernah memecat ASN yang lalai supaya ada perubahan sikap. Hari ini hasilnya nyata, yang tadi datang kantor tidak disiplin, sekarang lebih disiplin karena bupati Edi mengawasi absensi by aplikasi. Alhasil pelayanan terhadap masyarakat sungguh terasa manfaatnya,” beber Konsi.

Selain berani, Konsi menilai sosok Bupati Edi sebagai pemimpin yang tahu menentukan skala prioritas. Pengalamannya empat periode di DPRD Mabar membuat ia bisa melihat secara jeli persoalan-persolan mendasar di daerah itu seperti masalah ketimpangan infrastruktur, stunting dan kemiskinan.

“Masalah utama yang ada di Mabar adalah infrastruktur jalan yang jelek. Kita mendengar masih ada yang gotong ibu hamil bawa ke rumah sakit karena belum adanya akses jalan yang bagus,” ungkap Konsi menggambarkan efek ketimpangan infrastruktur yang tidak merata di Mabar.

Namun Edi Endi menyikapi kondisi ini dengan cekatan di awal-awal kepemimpinanya. Salah satu langkah strategis yang dilalukan Edi adalah melakukan pinjaman daerah khusus untuk menuntaskan ketimpangan pembangunan infrastruktur tersebut.

Tercatatat selama tahun 2022, ada 18 ruas jalan penghubung dibangun hotmix menyebar di beberapa Kecamatan di Mabar. Hasilnya telah dinikmati oleh masyarakat  saat ini.

Pembagunan infrastruktur ini akan terus berlangsung hingga tahun 2026 nanti. Edi Endi menargetkan, infrastruktur dasar berupa pembangunan jalan merata di setiap kecamatan di Mabar sehingga terhubung dengan Ibu Kota Kabupaten, Labuan Bajo.

Konsi Kender bersama Menteri Kominfo Joni Plate saat Rakernas Partai Nasdem di Jakarta

“Alhasil tahun 2022 kemarin ada 18 ruas jalan penghubung yang dibangun secara hotmix. Walaupun belum tuntas, karena proyeksinya sampai tahun 2026, tetapi masyarakat sangat puas atas pencapaian yang sudah ada,” kata Konsi.

“Efeknya dirasakan oleh masyarakat di beberapa Kecamatan.  Yang tadinya masyarakat Welak ke Pusat kota Labuan Bajo membutuhkan waktu 3,5 jam, sekarang mereka pergi jual duren ke Labuan Bajo cukup   membutuhkan 2 jam saja. Demikian dari daerah Ndoso yang sebelumnya perjalanan sampai 5 jam sekarang cukup 2,5 jam ke Labuan Bajo. Itu artinya bupati Edi tahu persis apa yang menjadi kebutuhan yg mendesak dari masyarakat. Lihat sekarang juga di dalam kota Labuan Bajo, semua jalan hampir sudah dihotmix. Banyaknya akses jalan baru di Labuan Bajo yg dibangun selama dua tahun pemerintahannya,” sambung Konsi.

Dalam mengatasi stunting, Edi Endi menunjukkan keberpihakannya dengan turun langsung ke tengah-tengah masyarakat,  mengintruksikan seluruh stakeholder, kepala desa dan seluruh masyarakat agar bahu-membahu mengatasai kemelut yang sedang dihadapi termasuk masalah akut kekurangan asupan protein anak-anak.

“Bayangkan dia tak jarang turun ke desa, melantik kepala desa di kampungnya masing-masing kepala desa tersebut, menghadiri syukuran kepala-kepala desa di kampungnya masing- masing hanya mau menyapa masyarakat dan memotivasi masyarkatnya sambil memberikan solusi bagi persoalan di masyarkat,”.

Sementara untuk mengentas kemiskinan, Konsi melihat keseriusan Edi melalui usahanya memaksimalkan semua potensi daerah. Edi telah mengambil alih asset-aset vital daerah, menambah kebijakan yang pro petani, membantu langsung keluarga pra sejahtera dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan melakukan pengetaan serta memaksa wajib pajak taat terhadap kewajibannya.

“Hasilnya nyata dalam perolehan pendapatan daerah yang meningkat hampir 200 miliar di tahun 2022,” terang Konsi.

Di sisi yang lain, Konsi Kender yang merupakan calon anggota legislatif 2024 partai nasdem dapil 3 yang meliputi kecamatan Welak, Lembor dan Lembor Selatan ini melihat sosok Edi sangat dekat dengan rakyat tanpa melihat latar belakang budaya, agama maupun ideologi politik.

Buktinya, Edi Endi tak jarang turun ke bawah, ke desa-desa, ke kampung-kampung, bahkan masuk ke dapur-dapur hanya sekedar menyapa ibu-ibu di dapur. Ia tidak hanya tahu mengatur dan memerintah tetapi juga tahu  membuat rakyatnya merasakan nyaman dan dekat dengan pemimpinnya.

Dia juga sosok yang jeli dan detail melihat segala persoalan di sekitarnya dengan memastikan semua hal berjalan dengan baik dengan selalu mengecek pekerjaan yg dilakukan perangkatnya. Dengan itu hampir tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan di matanya.

“Selain itu bupati Edi Endi adalah sosok yang energik, bisa melihat  apa yang orang lain tidak melihatnya. Itulah ciri pemimpin hebat, bisa berpikir dan berbuat out of the box,” tutupnya.