Kumpulan Puisi Advent oleh Gerard N Bibang

0

SATU KALI MENANTIMU

menantimu, kekuatanku
senyummu, energiku
lembayung itu silahkan terus berkedip redup
tapi pelangi tak’an runtuh

menantimu, rinduku
tak’an kubawa mati
ke dalam nadi, mengalir setiap waktu
tak mengenal arah kembali
sekali terjadi, satu kali, seumur hidupku

rinduku ini tampak tak berujung
kau tahu apa artinya menantimu
akan kupakai untuk merawat asa
agar berkanjang untuk jumpamu sekali kelak
pasti, entah kapan
rindu ini tunggal, satu kali dan tak terabaikan

menantimu sudah dimulai sejak terjadi klik klik klik
tanpa butuh sedetik dalam sekelabat
saat sapaan pertama, langsung menyapa sanubari
klik terjadi serasa dunia terisi KASIH
tak seorang pun yang kuasa menariknya kembali
*
(gnb:gnb:jkt:minggu kedua advent:minggu:5.12.21)

MENSUNYI MENANTI

inilah saat-saat menanti
dikau, sang cinta, mengabadi
di sini, sendiri, aku menapak jalan sunyi
tidak sendirian, sejatinya
dikau, bersamaku, kekal

jalan sunyi, jalan menyingkir
dari ramai ke yang paling sunyi dari sunyi
memberadabkan perkataan bahwa samudera sudah sangat luas masih disuruh memperluas
bahwa dunia ini sudah senyap tapi masih terus bergerak men-senyap ke yang lebih senyap
untuk itu tidak perlu jadi bikhsu atau pertapa
sunyi me-sunyikan adalah oase di era yang kian millenial
yang luluhlantah oleh hoaks dan hirukpikuk lintas informasi
membuatku seringklai lupa siapa diriku yang sejati

mensunyi adalah mengambil jarak dari dunia
mendekatkan kepadamu sang cinta
di saat-saat ini ketika menantimu
jantung dan nadiku dag-dig-dug

sebutir debu-lah aku dalam menggapai cinta
datanglah segera wahai sang cinta

*
selamat memasuki masa advent 2021
(minggu, 28.11.21)

Gerard N Bibang

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.