Menarik Disimak! Polisi Bongkar Strategi Perang TPNPB Papua Merdeka

0

Tabur, BULIR.ID – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM ternyata memiliki strategi khusus yang membuat tentara nasional Indonesia (TNI) dan Polri kewalahan.

Hal itu diungkapkan Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri.
Menurut Kapolda Irjen Fakhiri, anggota TPNPB-OPM selalu berupaya menembak sedekat mungkin sasaran. Tujuannya agar tidak boros amunisi.

“KKB Papua selalu berupaya menembak sedekat mungkin dengan sasaran agar tidak memboroskan amunisi,” kata Kapolda Irjen Fakhiri di Jayapura, Senin 4 Juli 2022.

Organisasi separatis TPNPB-OPM, yang belakangan dilabeli sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua tidak mau menembak sasaran dari jarak jauh karena hal itu sama dengan mengobral amunisi.

Stok amunisi mereka yang terbatas menjadi pertimbangan KKB Papua. Apalagi jalur penyelundupan amunisi dan senjata telah diketahui TNI Polri.

Sebelumnya, Direktur Kriminal Umum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengungkapkan hasil analisa Polda Papua tentang kondisi persenjataan KKB Papua .

Menurutnya, stok amunisi dan senjata yang dimiliki KKB Papua menipis.

Oleh karena itu, lanjut Kombes Faizal Ramadhani, KKB Papua mengeluarkan beberapa orang sebagai penghubung yang bertugas mencari amunisi dan senjata.

“Dan dari hasil penyelidikan, kami tahu mereka sedang mengeluarkan beberapa penghubung-penghubung untuk mencari amunisi dan senjata,” sebut Kombes Faizal Ramadhani kepada wartawan di Jayapura, Kamis 30 Juni 2022, melansir Tribun-Papua.com.

Salah satu penghubung untuk mencari amunisi dan senjata adalah oknum ASN Kabupaten Nduga berinisial AN.

karena membawa 615 butir amunisi pada Rabu 29 Juni 2022 lalu.

Penangkapan ASN itu bermula dari pantauan aparat yang melihat gerak-gerik AN yang mencurigakan saat sedang mengendari kendaraan roda dua.

“Setelah dicegat dan digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti yaitu senjata rakitan AFN dan sejumlah amunisi 615 butir,” ujar Kombes Faizal Ramadhani.

Menurut Kombes Faizal Ramadhani, persenjataan itu bakal digunakan KKB Papua untuk menebar teror di wilayah Kabupaten Nduga.

“Kita yakin sekali dia akan dibawa ke Nduga. Tapi, kemungkinan akan bertemu dengan jaringan yang lain di Wamena. Kemudian baru dibawa ke Nduga,” bebernya.

Terpisah, Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi atau Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring mengingatkan prajurit TNI untuk lebih berhati-hati terhadap strategi perang KKB Papua.

Danrem Brigjen Sembiring mengeluarkan perintah terbaru kepada prajurit TNI untuk mengantisipasi aksi teror KKB Papua yang kian meningkat.

“Laksanakan tugas sesuai SOP. Kita bertugas di Papua membutuhkan suatu antisipasi, kewaspadaan,” kata Brigjen Sembiring saat upacara pengantaran jenazah Prada Beryl Kholif Al Rohman di Lapangan Air Nav Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat 1 Juli 2022.

Brigjen Sembiring mengingatkan prajurit TNI untuk memastikan kondisi wilayah aman.

“Harus bisa memastikan kondisi wilayah dan paling utama adalah menjaga masyarakat dalam kondisi yang baik dan aman,” imbuh Brigjen Sembiring.

Sebelumnya, Brigjen Sembiring terjun langsung tutup jalur amunisi KKB Papua.

Sementara pentolan KKB Papua yang kini menjabat Presiden Sementara Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda menjelaskan strategi perang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Menurut Benny Wenda, sejak tahun 1969, OPM memilih strategi perang gerilya.

“Sejak saat itu, kami telah berjuang untuk kemerdekaan Papua Barat. Melalui perang gerilya, OPM telah membantu menjaga api pembebasan tetap hidup,” kata Benny Wenda saat momen perayaan HUT ke-51 Proklamasi Kemerdekaan OPM pada Jumat 1 Juli 2022, dilansir dari laman www.ulmwp.org pada Senin 4 Juli 2022.

“Mereka adalah penjaga rumah kita, membela tanah kita dan memperjuangkan kedaulatan yang dirampas dari kita oleh Jakarta,” tambahnya.

Benny Wenda mengajak semua orang Papua Barat untuk bersatu.

“Apakah Anda diasingkan di luar negeri, di kamp pengungsi, anggota Tentara Papua Barat, atau dipindahkan secara internal oleh pasukan kolonial, kita semua bersatu dalam satu semangat dan bertekad untuk membebaskan Papua Barat dari penindasan Indonesia,” tegasnya.

Dalam kaitannya dengan strategi perang, Benny Wenda kini memperkuat intelijen.

“Saya mengumumkan pembentukan departemen pemerintah baru, Departemen Intelijen. Seperti departemen kami yang ada, itu akan beroperasi di lapangan di Papua Barat yang diduduki, dan memperkuat tantangan kami terhadap kolonialisme Indonesia,” kata Benny Wenda. (*