Merasa Berhutang Budi, Mahfud MD Mengunjungi Rumah Mediang Frans Seda di Maumere

Mahfud MD berkesempatan mengunjungi kediaman mantan menteri keuangan republik Indonesia asal Maumere almarhum bapak Frans Seda

0
Mafud MD kunjungi kediaman Fran Seda di Maumere
Mafud MD kunjungi kediaman Fran Seda di Maumere

Bulir.id. Maumere – Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam), melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sikka, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 30 Mei 2023 kemarin.

Ada beberapa kegiatan yang dulakukan Mahfud MD saat melakukan kunker ke Maumere kemarin diantaranya bertemu dengan Uskup Maumere, Monsinyur Edwaldus Martinus Sedu dan melakukan dialog kebangsaan yang berlangsung IFTK Ledalero.

STFK Ledalero merupakan sebuah kampus Katolik dimana di sekolah tersebut para calon Imam Katolik mengeyam ilmu filsafat dan teologi yang manjadi salah syarat utama yang wajib diikuti oleh semua calon Imam.

Baca juga : Hadiri Dialog Kebangsaan, Menko Polhukam Mahfud MD Disambut Meriah dengan Tarian dan Sapaan Adat Maumere

Mahfud MD juga sempat mengunjungi kediaman mendiang Frans Seda, tokoh besar bangsa yang sudah mendedikasikan seluruh jiwanya untuk Indonesia. Di rumah almarhum Frans Seda, mantan ketua Hakim MK itu diterima secara langsung oleh ibu Eri Seda putri sulung Frans Seda dan keluarga besar Mego suku Lio secara adat.

“Saya merasa terhormat dan berterima kasih karena dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan bpk Frans Seda,” kata Mahfud seperti dikutip Bulir.id dari NetiTalk.com Rabu, 31 Mei 2023.

Menko Polhukam ini juga mengatakan Frans Seda adalah seorang tokoh besar dan sahabat Bung Karno yang terus berbakti di era Soeharto. Karir dan persahabatan Frans inilah yang menurutnya membuat sosok mantan menteri keuangan itu diterima di semua situasi politik.

“Artinya beliau hampir diterima di semua situasi politik. Sy sendiri lebih banyak belajar tentang Frans Seda dari sejarah pembangunan kita karena beliau beberapa kali dipercaya sebagai menteri, antara lain Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian,” kata Mahfud.

Baca juga : Waduh! Bayi Berusia 2 Tahun Dihukum Seumur Hidup oleh Rezim Komunis Korea Utara

Bahkan Frans Seda adalah orang pertama yang telepon Mahfud usai diangkat menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) oleh Presiden Gus Dur di tahun 2000. Disitulah Mahfud MD mengenal Frans Seda sebagai sosok yang pandai dan sangat nasionalis.

“Ketika pada tahun 2000 saya diangkat jadi Menhan oleh Presiden Gus Dur, lalu ditelpon oleh seseorang yang ternyata adalah Pak Frans Seda. Beliau mengajak saya bertemu, lalu kami jumpa dan berdiskusi. Kesan sy, Pak Frans sangat pandai, sangat nasionalis dan sangat cinta pada republik,” katanya.

Mahfud MD juga bahkan mengaku berhutang Budi kepada Frans Seda yang telah memberikan gambaran tentang perjuangan, pertahanan, tentang TNI dan tentang Indonesia.

“Kepada saya yang masih 41 tahun ketika itu dan baru masuk ke politik dan pemerintahan, pak Frans memberi gambaran tentang perjuangan, tentang pertahanan, tentang TNI, tentang Indonesia,”.

“Lalu beliau menyarankan agar saya mempertimbangkan nama Letjen TNI Johny Lumintang ABG sekjen Kemhan. Karena saya percaya pak Frans, saya lalu mengangkat Pak Johny diposisi yang diusulkan pak Frans,”.

“Semula pak Johny Lumintang kaget. “Kok saya Pak, Bapak menerima saya? Sayakan orang Katolik?” tanya Pak Johny.

“Saya jawab jabatan ini tidak ada hubungannya dengan agama, ini urusan bangsa dan negara. Dan karena yang mengusulkan pak Frans Seda, tokoh yang saya percaya, maka saya mengangkat pak Johny sebagi Sekjen Kemhan,”.

“Begitulah sedikit pengalaman saya dengan Bpk Frans Seda. Kejadian ini belum pernah saya ceritakan kepada siapapun, baru hari ini saya ungkapkan di depan anak dan keluarga pak Frans,” tutup Mahfud MD.

Baca juga: Hadiri Dialog Kebangsaan, Menko Polhukam Mahfud MD Disambut Meriah dengan Tarian dan Sapaan Adat Maumere

Diketahui usia mengunjungi rumah mendiang Frans Seda, Mahfud MD bersama rombongan akan langsung ke Ende untuk mengikuti peringatan perayaan hari lahir Pancasila, Kamis 1 Juni 2023.***