Mother

0

Mother
Oleh
Bernadetha Oviaty Bura

In the garden of life, a nurturing bloom,
Mother, a whisper in nature’s room.
Her love, a river that gracefully flows,
Embracing hearts in its tender throes.

Her eyes, like stars, hold wisdom untold,
Guiding paths with warmth, a story to unfold.
In the tapestry of time, her touch is a thread,
Weaving tales of strength, where dreams are bred.

Her laughter, a melody, dances with the breeze,
A symphony of joy, putting troubled minds at ease.
Her hands, like pillars, bear the weight of care,
Yet gentle as petals, softness beyond compare.

Immersed in her embrace, a sanctuary found,
Where troubles dissolve, and love is profound.
Figures of speech paint portraits of her grace,
Metaphors and similes, a lyrical embrace.

Mother, an anthem sung by nature’s choir,
Her love, the flame that fuels life’s sacred fire.
Through storms and sunlight, her spirit stands,
A testament to love, written in nature’s sands.

 

Mama

 

Di taman kehidupan, sebuah bunga mekar
Ibu, sebuah bisikan di ruang alam.
Cintanya bagai sungai yang mengalir dengan anggun,
Merangkul hati dalam pergolakannya yang lembut.

Matanya, seperti bintang, menyimpan kebijaksanaan yang tak terhitung,
Memandu jalan dengan kehangatan, sebuah cerita yang akan terungkap
Dalam permadani waktu, sentuhannya adalah seutas benang,
Menenun kisah-kisah kekuatan, di mana mimpi-mimpi diciptakan.

Tawanya bagai sebuah melodi menari bersama angin.
Sebuah simfoni sukacita, membuat pikiran yang gelisah menjadi tenang.
Tangannya, seperti pilar, menanggung beban perawatan,
Namun lembut seperti kelopak bunga, kelembutan yang tak tertandingi.

Tenggelam dalam pelukannya, tempat perlindungan ditemukan,
Di mana masalah lenyap dan cinta yang mendalam.
Kiasan melukiskan potret keanggunannya,
Metafora dan perumpamaan, pelukan yang liris.

Ibu, sebuah lagu kebangsaan yang dinyanyikan oleh paduan suara alam,
Cintanya bagai nyala api yang mengobarkan api suci kehidupan.
Melalui badai dan sinar matahari, semangatnya tetap bertahan,
Sebuah bukti cinta, tertulis di pasir alam.


Bernadetha Oviaty Bura merupakan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Nipa Maumere