Pasca Multi Krisis Pandemi COVID-19, BPOM Luncurkan Karya Reflektif sebuah Buku dan Produk Pembinaan Pelaku Usaha

0

Jakarta, Bulir.id – Pasca multi krisis akibat Pandemi COVID-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan sebuah karya reflektif berupa buku yang berisi suka-duka perjalanan bangsa melewati situasi krisis.

Buku tersebut ditulis langsung oleh Kepala BPOM periode 2016-2023, Penny K. Lukito. Catatan yang diberi judul “Kinerja “Karya & Kiner7a (dibaca: Kinerja), Melewati Multi Krisis: Pandemi COVID-19” itu dilaunching di Gedung Merah Putih BPOM, Senin (6/11/2023).

Dalam sambutanya, Penny menekankan peran serta seluruh komponen bangsa yang dengan seluruh totalitasnya mampu bekerja sama untuk berjuang menghadapi badai Pandemi.

“Hari ini, kembali kita mengenang sebuah perjalanan luar biasa penuh tantangan yang menuntut ketahanan dan totalitas dedikasi seluruh komponen bangsa”.

“Pandemi mengajarkan kita bahwa solidaritas, kerja sama, keteguhan, konsistensi, resiliensi, dan kepemimpinan adalah kunci keberhasilan melalui situasi krisis saat itu. Perjuangan ini bukan hanya tentang mengatasi pandemi, tetapi tentang bagaimana kita bersatu dan saling mendukung.” kata Penny.

Dalam bukunya itu, Penny berbagi cerita nyata perjalanan berharga yang telah dilewati semasa Pandemi, juga terangkum berbagai catatan sejarah BPOM dalam menghadapi krisis COVID-19 sebagai regulator yang berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat.

Selain itu diceritakan bagaimana BPOM melakukan berbagai upaya mendorong kemandirian serta daya saing sediaan farmasi nasional di tengah krisis pandemi.

Menurut Penny, Pandemi COVID-19 telah memberikan pengalaman dan transformasi baru bagi BPOM. Pengalaman ini membuktikan, bahwa dalam kondisi terbatas dan krisis BPOM mampu berinovasi, mengelola sumber daya yang ada untuk menghasilkan berbagai solusi, berselancar dalam situasi krisis dari berbagai tekanan yang ada.

Launching buku Kinerja “Karya & Kiner7a (dibaca: Kinerja), Melewati Multi Krisis: Pandemi COVID-19

“Pandemi makin memantapkan integritas BPOM sebagai cerminan dari kredibilitas negeri ini. Kritik adalah dukungan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja. Beragam tantangan, tekanan, dan tempaan masalah telah dan akan terus dihadapi. Kami percaya, setiap ujian adalah kawah candradimuka yang akan membentuk BPOM makin kuat,” pungkasnya.

Pada kegiatan launching yang secara khusus didedikasikan untuk seluruh pihak yang telah berkolaborasi bersama BPOM dalam penanganan pandemi COVID-19, hadir beberapa tokoh yang terlibat langsung dengan BPOM pada saat penanganan pandemi.

Salah satunya adalah Prof. dr. Rianto Setiabudy yang menyampaikan pengalamannya saat melakukan penilaian vaksin COVID-19 bersama BPOM.

Selain itu, turut menyampaikan testimoninya saat terlibat dalam penanganan pandemi bersama BPOM antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, perwakilan WHO Indonesia, perwakilan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dan jajaran personel BPOM.

Luncurkan Produk Informasi Pembinaan Pelaku Usaha

Selain launching buku, BPOM juga meluncurkan dua puluh tiga produk informasi sebagai pedoman dan edukasi seputar penelitian, pembinaan pelaku usaha, dan materi pemberdayaan masyarakat.

Turut diluncurkan pula program Intensifikasi Pengawasan dan Penindakan Obat dan Makanan Ilegal.

BPOM melakukan peresmian beberapa sarana prasarana penunjang pelayanan BPOM sebagai wujud nyata komitmen BPOM meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

5 (lima) infrastruktur baru di BPOM yang diresmikan adalah (1) gedung Phinisi untuk Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan, (2) BPOM Command Center untuk pemantauan proses bisnis BPOM secara komprehensif dan real time, (3) Ruang Sejiwa (Sehat Jiwa) untuk konseling pegawai, (4) Ruang Diorama untuk memberikan informasi menyeluruh kinerja BPOM berdasarkan arsip-arsip yang tersedia menggunakan sentuhan teknologi, dan (5) Cafe Nusantara di Gedung Merah Putih.

Di akhir sambutannya, Penny K. Lukito menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BPOM dan berharap kehadiran infrastruktur baru dan program kegiatan BPOM ini dapat memberi manfaat optimal untuk peningkatan kinerja BPOM melayani masyarakat.

“Semoga kita dapat terus bersinergi dalam perlindungan kesehatan masyarakat dan pengembangan dunia usaha obat dan makanan.” tutupnya.

Untuk diketahui Indonesia saat ini sedang menjalani masa endemi. Penyematan status ini berlaku usai Presiden Jokowi mencabut status Pandemi pada Juni 2023 lalu.

“Setelah tiga tahun lebih kita berjuang bersama menghadapi pandemi COVID-19, sejak hari Rabu 21 Juni 2023 pemerintah memutuskan untuk mencabut status pandemi dan kita memulai masa endemi,”. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam keterangannya yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.