Paus Fransiskus: Dengarkan dan ikutilah Tuhan, Gembala kita yang Baik

0

Jakarta, Bulir.id – Paus Fransiskus pada Minggu Keempat Paskah berbicara tentang Tuhan yang menggunakan “gambaran lembut dan indah dari gembala yang tinggal bersama domba-domba.” Domba-domba Tuhan “mendengar” suaranya, “mengenal”  dan “mengikuti” Dia.

Dengar, kenali, ikuti

Tiga kata kerja dengar, kenali, ikuti menggambarkan pesan utama dalam bacaan Injil hari minggu, kata Paus. Domba “mendengar” suara gembala, menunjukkan bagaimana inisiatif datang dari Tuhan dan rahmat-Nya yang memanggil kita untuk persekutuan.

Paus menambahkan, bahwa ini mengharuskan kita untuk siap dan terbuka untuk undangan dan hubungan ini. Hari ini kita sering kewalahan dengan pekerjaan, keluarga, dan situasi pribadi yang diakui Paus, tetapi kita harus berhenti untuk mengeluh.

Kita mesti berhenti mengeluh dan selalu mendengar Sabda Bapa seperti anak yang mendengarkan, ingin tahu dan dengan hati terbuka yang memungkinkan kita untuk bersekutu dengan Tuhan dan saudara-saudara kita.

“Dan mereka mengalami sesuatu yang sangat indah, bahwa Tuhan sendiri mendengarkan. Dia mendengarkan kita ketika kita berdoa kepada-Nya, ketika kita mencurahkan isi hati kepada-Nya, ketika kita memanggil-Nya.”

Tuhan mengenal domba-dombanya

Dengan mendengarkan Yesus kita menemukan “Dia mengenal kita,” jelas Paus, dan dalam pengertian alkitabiah mengetahui berarti mencintai. Tuhan tahu tentang kita dan batin kita, di dalam dan di luar.

Yesus mencari persahabatan, kepercayaan, cinta, dan keintiman kita, lanjut Paus, dan untuk membantu kita memahami dan menerima kenyataan luar biasa bahwa “kita selalu dicintai oleh-Nya” dan tidak pernah sendirian.

“Bersama dengan gembala yang baik memungkinkan kita untuk menghayati pengalaman yang dikatakan Mazmur: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;  (Mzm 23:4).

Tuhan menopang kita dalam penderitaan, kesulitan dan krisis, “kita dikenal dan dikasihi oleh Tuhan,” kata Paus. Dia menyarankan agar kita bertanya pada diri sendiri apakah kita mengizinkan Tuhan masuk ke dalam hidup kita dan jika kita berbagi dengan-Nya semua pencobaan dan kesengsaraan kita, sehingga kita dapat mengalami kedekatan, belas kasih, dan kelembutan-Nya sebagai Gembala Baik kita.

Ikuti Gembala yang Baik

Akhirnya, Paus memusatkan perhatian pada kata kerja “ikuti,” ketika para pengikut Tuhan pergi ke mana dia pergi di sepanjang jalan dan arah yang sama. Seperti Gembala yang Baik, mereka mencari mereka yang tersesat atau membutuhkan belas kasih dan cinta kita.

“Mereka pergi mencari mereka yang hilang (bdk. Luk 15:4), tertarik pada mereka yang jauh, memperhatikan situasi mereka yang menderita, tahu bagaimana menangis dengan mereka yang menangis, mereka menjangkau tangan mereka ke tetangga mereka, menempatkan dia di bahu mereka.”

Paus berkata kita perlu bertanya pada diri kita sendiri apakah kita mengizinkan Yesus hanya untuk mencintai diri kita sendiri, atau apakah kita telah mengambil langkah berikutnya untuk meneladani Tuhan dan menjangkau saudara-saudari kita, sebagaimana Tuhan menjangkau kita. Semoga Bunda Yang Terberkati “membantu kita mendengarkan Kristus, lebih mengenal Dia dan mengikuti Dia di jalan pelayanan.”*