Paus Fransiskus: Umat Katolik mesti Dewasa dalam Menggunakan Media Sosial

0

VATIKAN, Bulir.id – Paus Fransiskus menghimbau kepada umat Katolik di seluruh dunia untuk melawan toksisitas di media sosial. Mengedepankan dialog dan pendidikan untuk membantu menangani penyebaran “kebohongan dan informasi yang sesat”.

Bapa Suci menyerukan agar tidak mengucilkan komunitas-komunitas yang dianggap minoritas di dalam ruang digital.

Paus Fransiskus menyampaikan pesan ini kepada para peserta Kongres Dunia SIGNIS 2022 di Seoul, Korea Selatan. Acara ini diadakan setiap empat tahun sekali, dengan tema “Perdamaian di Dunia Digital” baik di situs maupun secara digital mulai 16-19 Agustus.

SIGNIS adalah Asosiasi Katolik Dunia untuk Komunikasi, yang memfokuskan diri untuk “membantu mengubah budaya dalam terang Injil dengan mempromosikan martabat manusia, keadilan dan rekonsiliasi.”

Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengatakan, “penggunaan media digital, khususnya media sosial, telah mengangkat sejumlah masalah etika serius yang membutuhkan penilaian yang bijak dan cerdas dari pihak komunikator dan semua yang peduli dengan otentisitas dan kualitas hubungan manusia.

“Terkadang orang menggunakan situs media sebagai racun, ujaran kebencian, dan berita palsu,” tambah paus.

Dia mendorong para komunikator Katolik untuk bertekun dalam upaya untuk melawan ini, “memberikan perhatian khusus pada kebutuhan untuk membantu orang, terutama kaum muda, untuk mengembangkan rasa kritis yang sehat, belajar membedakan kebenaran dari kepalsuan, benar dari salah, baik dari jahat, dan untuk menghargai pentingnya bekerja untuk keadilan, kerukunan sosial, dan menghormati rumah kita bersama.”

Paus juga menarik perhatian pada “banyak komunitas di dunia kita yang tetap dikecualikan dari ruang digital, menjadikan inklusi digital sebagai prioritas.”

Dengan melakukan itu, para komunikator Katolik memberikan “kontribusi signifikan terhadap penyebaran budaya damai yang didasarkan pada kebenaran Injil,” tambah Bapa Suci.*