Protes Pemulangan Jenazah Bupati Lembata, Warga: Diskriminatif Terhadap Rakyat Kecil

0

Tabur, BULIR.ID – Kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat memulangkan jenazah Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur ke Lewoleba, Kabupaten Lembata menuai protes warga NTT. Viktor dinilai pilih kasih dan diskriminatif terhadap rakyat kecil.

Salah satu warga NTT, melalui akun media sosial facebooknya atas nama Yhan mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilainya sangat diskriminatif terhadap rakyat kecil dan memihak pejabat dan orang penting.

“Kpd YTH bpk gubernur NTT kebijakan mu untuk pemulagan bupati lembata sngat miris sekali bpk kami warga biasa ini sngat kecewa dgn kebijakan bpk, krna kematian bpk bupati juga dvonis positive covid,” kata akun Yhan di grup Viktor Lerik seperti dikutip media ini, Minggu (18/7/21).

Yhan mengaku kecewa lantaran saudaranya yang meninggal karena covid-19 tidak diizinkan dibawa pulang ke Soe dan langsung dikuburkan dengan prokes ketat di pemakaman covid-19 Fatukopa, Kupang.

“Yg kami tidak terima, karena kebijakan pemerintah sangat memihak kepada sesema orng pejabat, tolonglah bpk gubernur, jgnlah mendiskriminasi kami warga biasa ini. Kami sngat kecewa krna tdk sempat lihat kk kami saat ini,” ungkap Yhan dalam postingannya.

Artikel Menarik Lainnya:   Stadion Ramon Sanchez Jadi Saksi Bisu Keperkasaan Sevilla atas Barcelona

Ia juga mengingatkan pemerintah agar bijak mengambil kebijakan sehingga tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari. Seperti perampasan secara paksa oleh keluarga yang ingin menguburkan jezanah anggota keluarganya di rumah.

“yg kami takutkan jgn smpai ada msalah yg nnti akan terjadi kedepan krna permpasan untuk pemulgan jenasah nnti jgn salahkn masyrakat lagi ya bpk yg terhormat dan disni kami cuman minta keadilan Meskipun kami ini orng bodoh tapi kami ikut aturna pemerintah pak,” tambahnya.

Berikut postingan lengkapnya!

“Kpd YTH bpk gubernur NTT kebijakan mu untuk pemulagan bupati lembata sngat miris sekali bpk kami warga biasa ini sngat kecewa dgn kebijakan bpk… krna kematian bpk bupati juga dvonis positive covid yg kami tidak terima krna saya juga barusan bberapa menit yg |a||u kaka saya meninggal karna di katakan positiv covid 19 dan sesuai aturan pemrintah di kuburkan sesuai protokol kesehatan dan jenasa kk saya tdak di bolehkan untuk pulang ke soe dan dari tim ggus tugas lngsung di makamkan di kupang fatukopa / kuburan covid dan ini yg kami tidak terima krna kebijakan pemrintah sangat memihak krna sesema orng pejabat tolong Iah bpk gubernur jgnlah mendiskriminasi kami warga biasa ini kami sngat kecewa krna tdk sempat Iihat kk kami saat ini dan yg kami takutkan jgn smpai ada msalah yg nnti akan terjadi kedepan krna permpasan untuk pemulgan jenasah nnti jgn salahkn masyrakat lagi ya bpk yg terhormat dan disni kami cuman minta keadilan Meskipun kami ini orng bodoh tapi kami ikut aturna pemerintah pak,”

Sebelumnya diberitakan, Gubernur NTT Viktor Laiskodat meminta keluarga untuk segera memutuskan di mana Bupati Lembata dikuburkan.

Artikel Menarik Lainnya:   Menggugat Oriet P. Riwu: Mengaku WNI Tulen, Tapi Punya Tanah Senilai 30 Miliar di AS

“Tadi saya sudah diskusi dengan teman-teman, agar apabila beliau dibawa ke Jakarta, maka segera dikremasi jenazahnya untuk dibawa ke Jakarta,” jelas Gubernur Viktor selepas melayat jenazah jenazah Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur di RS Siloam Kupang.

Sebagaimana diberitakan, jenazah Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur akan diterbangkan ke Lewoleba, Kabupaten Lembata pada Minggu (18/7/21).

Pemprov NTT sendiri telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday untuk pengiriman jenazah.

“Besok Jenazah akan diberangkatkan ke Lembata dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Juru bicara Pemprov NTT Marius Ardu Jelamu di Kupang, Sabtu (17/7/2021

Marius menjelaskan, untuk mencegah kerumunan pelayat di bandara atau pemakaman, masyarakat Lembata diminta tetap berada di rumah.

Artikel Menarik Lainnya:   NIHILISMUS EREKTUS

Marius meminta masyarakat mengikuti semua proses penjemputan dan pemakaman melalui radio pemerintah daerah dan radio radio swasta yang ada.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan orang, yang menjemput jenazah hanya forum komunikasi pimpinan daerah, pimpinan dan anggota DPRD, serta pimpinan organisasi perangkat daerah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Sedangkan masyarakat umum, bisa mengikutinya melalui radio dan siaran live streaming yang ada,” kata Marius.

Pantauan media ini di lokasi, jenazah Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur telah tiba di Bandara Wunopito Lewoleba.

Bupati Lembata yang meninggal akibat Covid-19, disambut Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan jajaran Forkopimda Lembata dengan protokol kesehatan ketat.

Jenazah langsung dibawa ke Kuma Resort, untuk dimakamkan, juga dengan protokol kesehatan. Warga Lembata mendoakan dari rumah dan bisa menyaksikan proses pemakaman secara virtual oleh Dinas Kominfo Lembata.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here