Sosialisasi Satgas PPKPT dalam PKKMB: Bangun Budaya Kampus yang Aman, Nyaman, dan Bebas Kekerasan

0

Jakarta, BULIR.ID – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik STIA LAN Jakarta diisi dengan kegiatan Sosialisasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) pada Kamis (13/8) bertempat di ASN Corporate University LAN Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Sosialisasi Satgas PPKPT menjadi bagian penting dalam pembekalan mahasiswa baru sebelum memulai kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Para peserta diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Satgas PPKPT, bentuk-bentuk kekerasan yang perlu diwaspadai, upaya pencegahan, serta mekanisme pelaporan dan penanganan apabila terjadi kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

PPKPT adalah upaya sistematis untuk mencegah, menangani, dan memulihkan segala bentuk kekerasan di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta antara lain:

§ Fisik, segala tindakan yang menyebabkan rasa sakit. cedera, atau luka pada tubuh.

§ Psikis, tindakan yang menyebabkan rasa takut, tertekan, tidak nyaman, atau menurunkan harga diri seseorang

§ Perundungan, tindakan agresif yang dilakuan berulang untuk menakuti, mempermalukan, atua menyakiti orang lain

§ Kekerasan seksual, segala tindakan yang bersifat seksual dan tidak diinginkan serta melanggar martabat seseorang

§ Diskriminasi dan intolerasi, tindakan membedakan, merendahkan, atau tidak memberi kesempatan secara adil kepada seseorang

§ Kebijakan yang mengandung kekerasan, aturan atau kebijakan yang secara langsung maupun tidak langsung merugikan mendiskriminasi.

Bukan hanya tindakan besar yang disebut kekerasan, jika suatu tindakan membuat seseorang merasa terancam, tertekan, direndahkan, disakiti, atau kehilangan rasa aman – itu adalah kekerasan.

Ketua Satgas: Mahasiswa Berperan Menciptakan Kampus yang Aman

Materi diarahkan pada langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal sederhana seperti menghormati teman, menjaga komunikasi, tidak menyebarkan informasi yang merugikan orang lain, serta berani menegur tindakan yang tidak tepat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kampus yang positif.

Ketua Satgas PPKPT Politeknik STIA LAN Jakarta, Dr. Hidayaturahmi, MPA. menekankan bahwa mahasiswa baru merupakan bagian penting dalam membangun budaya kampus yang aman dan saling menghargai.

“Kampus yang aman dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab Satgas PPKPT, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mahasiswa memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan kampus agar terbebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun tindakan lain yang dapat merugikan orang lain,” ujar Ketua Satgas.

Lebih lanjut, Ketua Satgas mengajak mahasiswa baru untuk membangun komunikasi dan pergaulan yang sehat, menghargai perbedaan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merendahkan atau menyakiti sesama mahasiswa.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak menganggap kekerasan atau perundungan sebagai bagian dari tradisi kehidupan kampus. Setiap bentuk kekerasan perlu dicegah dan ditangani secara tepat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Jika mengalami, melihat, atau mengetahui adanya tindakan kekerasan, jangan takut untuk menyampaikan dan melaporkannya melalui mekanisme yang telah disediakan. Satgas PPKPT hadir untuk memberikan ruang perlindungan dan membantu memastikan setiap laporan ditangani secara tepat,” tambahnya.

Satgas PPKPT terdiri dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang berjumlah 15 orang terdiri dari 4 laki-laki dan 11 perempuan, dengan struktur organisasi Ketua : Hidayaturahmi, Wakil Ketua : Keisha, Sekretaris : Rahman, dan sejumlah tenaga kependidikan dan mahasiswa yang bekerja secara kolaborasi untuk menciptakan ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. Nilai yang dipegang Satgas PPKPT adalah:

§ Aman, menjamin rasa aman dan perlindungan,

§ Inklusif, menghargai perbedaan dan tidak diskriminatif,

§ Saling Menghargai menjunjung sikap hormat, empati, dan kepedulian,

§ Bebas Kekerasan, bersama menolak dan mencegah segala bentuk kekerasan

Satgas PPKPT bekerja melalui tiga fungsi utama yang saling terintegrasi yaitu:

§ Pencegahan, Membangun budaya kampus yang aman dan bebas kekerasan.

ü Edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan

ü Kampanye dan kegiatan peningkatan kesadaran sivitas akademika

ü Mendorong kebijakan dan lingkungan kampus yang inklusif dan saling menghargai

§ Penanganan, Merespon setiap laporan atau dugaan kekerasan secara adil dan berkeadilan

ü Menerima laporan dan melakukan penelaahan awal

ü Menjamin kerahasiaan, keamanan, dan perlindungan pihak yang terlapor maupun korban

ü Melakukan tindak lanjut sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku

ü Berkoordinasi dengan pihak terkait bila diperlukan

§ Pemulihan, Mendukung proses pemulihan korban agar dapat kembali

ü Memberikan pendampingan dan rujukan yang dibutuhkan (psikologis, medis, hukum, dll)

ü Memastikan korban mendapartkan dukungan dan lingkungan yang aman

ü Memantau dan memastikan keberlanjutan pemulihan sesuai kebutuhan korban

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa baru mendapatkan penjelasan mengenai berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, mulai dari kekerasan fisik dan psikis, perundungan, kekerasan seksual, hingga diskriminasi dan bentuk tindakan lainnya.

Deklarasi Bersama, Komitmen Membangun Kampus Aman

Sebagai puncak kegiatan, sosialisasi Satgas PPKPT dilanjutkan dengan Deklarasi Bersama. Deklarasi menjadi simbol komitmen seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa baru, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Melalui deklarasi tersebut, mahasiswa baru menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai saling menghormati, menjaga martabat sesama, menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan, serta turut menciptakan budaya akademik yang positif.

Deklarasi juga menjadi pesan bahwa kehidupan kampus merupakan ruang bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga perguruan tinggi. Setiap mahasiswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, baik dalam kegiatan perkuliahan, organisasi kemahasiswaan, maupun interaksi sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pesan PKKMB bahwa menjadi mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun karakter dan menjadi bagian dari komunitas akademik yang menjunjung tinggi etika, integritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial.

Melalui sosialisasi Satgas PPKPT dan Deklarasi Bersama dalam rangkaian PKKMB, mahasiswa baru diharapkan sejak awal perjalanan akademiknya telah memiliki kesadaran untuk berani mencegah, berani bersikap, dan berani melaporkan kekerasan.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, PKKMB Politeknik STIA LAN Jakarta tidak hanya menjadi gerbang memasuki dunia perguruan tinggi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun generasi mahasiswa yang berkarakter, berintegritas, saling menghargai, dan bersama-sama mewujudkan kampus aman, nyaman, inklusif, dan bebas kekerasan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan akademik Politeknik STIA LAN Jakarta, tetapi juga memahami nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi selama menjalani proses pendidikan, yaitu integritas, saling menghormati, kepedulian, kesetaraan, dan tanggung jawab bersama.

Sosialisasi Satgas PPKPT dalam rangkaian PKKMB menjadi langkah awal untuk menanamkan budaya pencegahan kekerasan sejak mahasiswa memasuki kehidupan perguruan tinggi. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan seluruh mahasiswa mampu menjadi bagian dari terciptanya lingkungan akademik yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung proses pembelajaran serta pengembangan potensi mahasiswa.

Melalui semangat “Berani Mencegah, Berani Bersikap, dan Berani Melaporkan”, Politeknik STIA LAN Jakarta terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh sivitas akademika.