“TENTANG KEMBALI DAN PERGI” oleh Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

TENTANG KEMBALI DAN PERGI

Engkau bergumam: mana yang sejati: kembali pergi ataukah pergi kembali? engkau bertanya dengan suara lunak tidak seperti sebelumnya

Maaf, jawabku dengan suara lunak tidak seperti sebelumnya; aku tidak tahu bahwa aku pernah kembali ke sini; aku juga tidak tahu apakah aku kembali kepadamu ataukah aku pergi kepadamu

Engkau ngakak sejadi-jadinya; engkau berkata dengan suara tegas tidak seperti sebelumnya; yah, aku juga tidak bisa membedakan antara kembali dengan pergi; apakah di semesta ini masih ada orang yang pergi, atau kembali?

Aku tertawa terkekeh-kekeh; bukankah pergi hanya dilakukan oleh makhluk yang belum sampai? apalagi kembali; jangankan ke sini; di bumi ini pun tidak ada kembali; yang ada hanya pergi!

Engkau tertawa terkekeh-kekeh dan berkata: itulah sebabnya mengapa engkau kurang betah di bumi; orang yang hidup di bumi memang harus mempelajari dan membawa dirinya naik ke kesadaran langit; tetapi tetap harus dengan irama bumi; nah, di sinilah letak kebodohanmu

Wah, bodoh?

Iyah, engkau bodoh; di bumi ini, engkau meraih-raih kesadaran langit, sehingga sering kakimu tidak seirama dengan kehidupan di bumi; kamu terjungkal-jungkal dan bumi mentertawakanmu!

Kali ini aku tidak mampu tertawa, hanya bertanya: jadi, menurutmu, apakah selama menghuni bumi, seseorang hanya boleh mencari tanpa boleh menemukan? apakah seseorang hanya boleh berjuang dan bekerja tanpa boleh mengharapkan hasil?

Engkau ngakak sejadi-jadinya; di sinilah letak kebodohanmu yang kedua; ingat, perjalanan mencari selalu sampai di tahap-tahap penemuan; aku tahu kamu sudah cukup banyak menemukan, tetapi yang kamu sering lupa adalah keharusan untuk bertahan pada kesabaran mencari dan berjuang; apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah pergi berlomba-lomba kebaikan; bukan pergi berlomba-lomba untuk lebih unggul satu sama lain
***(gnb:tmn aries:jkt:jumat:9.12.22)

Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.