WOW! Jepang & Indonesia Borong Proyek Hijau Miliaran Dolar, Siap Garap PLTP Raksasa di Sumatera

0

Jakarta, BULIR.ID – Hubungan strategis antara Indonesia dan Jepang makin panas! Kali ini, kedua negara resmi memperkuat kolaborasi besar-besaran dalam bidang energi hijau dan infrastruktur ramah lingkungan, lewat kerangka kerja sama Asia Zero Emission Community (AZEC) yang kian ambisius.

Pada Senin (5/5), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan penting dengan mantan Perdana Menteri Jepang 2021–2024, H.E. Fumio Kishida, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang untuk AZEC. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Presiden Prabowo dan PM Jepang Shigeru Ishiba.

Pertemuan bilateral ini tak main-main—menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra kunci Jepang di kawasan. Lebih dari 175 Nota Kesepahaman telah ditandatangani pelaku usaha kedua negara untuk mengembangkan proyek rendah emisi. Salah satu yang paling disorot adalah proyek besar PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Muara Laboh di Solok, Sumatera Barat.

“PLTP Muara Laboh dengan kapasitas 80 MW sudah mencapai financial close pada 18 April 2025. Konstruksinya akan segera dimulai, dan akan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal pertama 2027,” ujar Airlangga. Seremoni penandatanganan pun dilakukan antara PT Supreme Energy Muara Laboh dan Japan Bank for International Cooperation.

Tak hanya itu, proyek-proyek lain seperti Legok Nangka Waste-to-Energy, Sustainable Aviation Fuel, dan jaringan transmisi Jawa–Sumatera juga sedang dipercepat agar bisa segera masuk tahap komersialisasi. Semua ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara dalam menciptakan masa depan rendah karbon.

Dari sisi investasi, Jepang makin getol menggelontorkan modal. Pada 2024, volume perdagangan bilateral mencapai USD35 miliar, sementara investasi Jepang melonjak jadi USD3,5 miliar—naik 52% dari tahun 2021. Jepang kini jadi investor terbesar keenam Indonesia, dengan lebih dari 12.000 proyek tersebar di sektor strategis.

“Angka investasi ini menunjukkan keyakinan perusahaan Jepang terhadap potensi besar Indonesia,” tegas Airlangga.

Pertemuan yang sarat strategi ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Elen Setiadi, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta Staf Khusus Menko Perekonomian Raden Pardede, Reza Yamora Siregar, dan I Gusti Putu Suryawirawan.