“Dalam Kelabu, Termangu” oleh Gerard N Bibang

0

MASA PUASA MASA SUCI

masa puasa masa suci
jalan sunyi menuju purifikasi
ke jatidiri yang asli
jika sedetik saja kau lengah
hakekat debu-mu segera menjelma kehancuran

masa puasa bukan urusan kau suka tidak suka
atau menangis takut nanti kehilangan cinta
ia adalah perlawanan terhadap nafsu
perang siang malam sampai habis waktumu

habis masa puasa bukan berarti semuanya sudah selesai
justru puasa yang sejati baru dimulai
terbentang di depanmu ujian seluas-luas bumi
dunia kita penuh hilir mudik informasi dan halusinasi
bergelimang tipu muslihat, iri, dengki, hipokrisi dan sok suci

masa puasa masa suci masa berahmat
anugerah cuma-cuma untuk kebaikan kemakhlukan
sesaat saja kau lepas kendali
di hadapan Allah-mu kau tidak bewajah lagi
*(gnb:tmn aries:jkt:sabtu:2.4.22:sehari menjelang bulan suci ramadhan)

DALAM KELABU, TERMANGU

selalu ketika menjelang subuh
ke luar jendela, di luar rumah, tampak yang sama saja, selalu
kupandang langit, tetap saja
biru
dan jika malam, tetap saja
ia kelabu

ketika santai di larut hari-hari
di taman komplek tempat ayam dan anjing berkelahi
lalu masing-masing tinggal sendiri
kelabu datang lagi
menjelma lagu bisu
terlantun sendiri di dalam kalbu
menantikan buah doa tiap hari
seperti tertimbun busa laut, bercampur dengan ludah kata-kata dan jejakku sendiri
selalu kembali biasa-biasa lagi

terus kuikhtiar mendapatkan wajah Tuhanku
menerabas kelabu hingga habis waktuku
kurengkuh langkah sejauh-jauh bisa
agar di depan Tuhanku aku tidak kehilangan muka

terus kuketuk pintu-NYA dengan gemetar, dan tatkala senyum-NYA membukakannya, tersiraplah darahku ke seluruh tubuhku
membuatku selalu termangu dalam kelabuku

*(gnb:tmn aries:jkt:sabtu:2.4.22, sehari menjelang bulan suci ramadhan)