Caleg DPRD NTT Dapil TTS Partai PKB, Ini Sosok Aktivis dan Tokoh Muda Potensial Yusuf Manu

0
Yusuf Manu calon DPRD NTT Dapil TTS Partai PKB (Foto Ist)

TTS, Bulir.id – Aktivis seklaigus tokoh muda potensial asal Desa Nunukniti, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yusuf Manu, S.E telah membulatkan tekadnya terjun ke dunia politik praktis sebagi calon legislatif Provinsi NTT dapil TTS dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Yusuf, demikian ia akrab disapa adalah sosok yang sangat sederhana. Namun namanya menjadi kian besar karena karya-Karya sosial dan kemanusian yang telah ia perjuangakan selama ini.

Pernah diberi kepercayaan sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa pada Kementerian Desa (Kemendes), Alumni Univesritas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini berhasil melakukan terobosan-terobosan luar biasa yang memberdayakan masyarakat. Antara lain, dengan jejaringnya yang luas ia berjuang dan mengadvokasi masyarakat di NTT agar mendapatkan hunian yang layak dan akses Pendidikan yang berkualitas.

”Saya melakukan advokasi masalah pendidikan di wilayah Amanabun, juga mengorganisir pemuda lintas agama agar bahu-membahu membantu masyarakat yang terkena bencana, masalah sosial dan masalah ekonomi. Alhasil dengan gerakan kaum muda ini kami berhasil menyelenggarakan program BSPS rumah layak huni di beberapa desa di Kabupaten TTS,” kata Yusuf Manu Belum lama ini.

Selama menjadi Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kemendes, Yusuf telah beberapa kali mengelilingi beberapa provinsi di wilayah Indonesia Timur yaitu Papua, NTT, NTB, Sulwesi dan Kalimantan. Dalam perjalanan itu ia menangkap  keluhan masyarakat yang hampir sama yaitu soal kemiskinan, Pendidikan serta kesenjangan yang kian menganga.

Derita yang sama dilihat Yusuf sedang mendera masyarakat TTS khususnya masyarakat Amanabun. Ia melihat persoalan ini sebagai cikal bakal tidak adanya sosok yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat, lantas sejumlah persoalan mendasar seperti kemiskinan tak pernah terurai secara tuntas. Sebagai bentuk kecintaanya terhadap tanah kelahiran, Yusuf dengan komitmen penuh menyatakan kesiapan mencalonkan diri sebagai legislator.

“Saya siap untuk menyapa kembali keluarga besar Amanuban dan untuk menyambung aspirasi dari masyarakat di tingkat provinsi karena sejauh ini putra TTS asal Amanuban belum ada yang terwakili di kancah kursi DPRD Provinsi NTT Dapil 8 TTS” ujarnya.

Lewat insrumen legislator di DPRD Provinsi, Yusuf akan berusaha mendemonstrasi sekaligus mengawal kebijakan-kebijakan publik terarah pada kepentingan masyarakat sehingga mereka berdikari secara ekonomi. Sebab hanya dengan itu masyarakat benar-benar merdeka dan berdaulat, tidak ada lagi kesenjangan serta terciptanya ketahanan ekonomi nasional yang stabil.

Masuk PKB Karena Sosok Gus Dur

Yusuf Manu tertarik masuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) karena tertarik dengan tokoh bangsa KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur). Baginya, Gus Dur adalah sosok pluralis dan guru bangsa yang mengajarkan nilai-nilai luhur politik kebangsaan. Gusdur berhasil mengawinkan nilai-nilai religus keagamaan dengan nilai-nilai luhur demokratisasi tanpa mempertentangkan keduanya.

Menurut Yusuf, itulah yang membuat PKB  banyak diminati. PKB adalah partai moderat yang mengakomodasi kepentingan banyak pihak tanpa terikat pada latar belakang sosial, agama, budaya dan ikatan primodialisme lainnya.  PKB juga telah secara konsisten memperjuangkan hak-hak umat dan memastikan setiap warga negara mendapatkan hak-haknya secara layak, baik Pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.

“Tidak penting apa pun agama dan sukumu. Kalau kamu bisa melakukan yang baik untuk semua orang, orang tidak tanya apa agamamu,” kata Yusuf mengutip pesan Gus Dur.

Untuk diketahui, Yusuf Manu sendiri menamatkan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Nunuhkniti, yaitu SD Gmit Nunuhkniti dan SMP Ki”e Aban Timur. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menegah Atas (SMA) Aliyah Yusufiyah Jakarta Timur dan meraih gelar sarjana (S1) pada Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Fakultas Ekonomi.

Di organisasi, Yusuf pernah menjadi bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJ, IMM serta sejumlah organisasi lainnya baik di dalam maupun di luar Kampus. Sementara itu, karier Yusuf sangat menterang di usianya yang masih relatif muda. Apa yang dia peroleh tersebut berbanding lurus dengan kemampuan, kecerdasan sekaligus kualitas dirinya yang unggul.

Yusuf antara lain pernah menjadi Staf Ahli anggota DPR RI (Jamaludin Jafar) dapil Papua fraksi PAN periode 2015-2016, Tenaga Ahli di Kementerian Desa PDTT RI periode 2016-2019. Dari 2020 – sekarang menjadi wiraswasta bidang kontruksi pengerjaan Patung Bung Karno di PBLN Mo”ain dan PBLN Wini, SPAM Gunung Mutis dan pekerjaan-pekerjaan lainya.