“Cinta Dua Kaki” oleh Gerard N Bibang

0

CINTA DUA KAKI

Di luar ramai, di angkasa bertaburan cahaya
Di atas tanah aku berjalan dengan dua kaki, sendirian
Yang kaki kiri adalah kata-kata
Yang kaki kanan adalah pengalaman
Adapun jalanan yang kukembarai ialah kesunyian
Energi jiwa selama melangkah hingga ke tapal batas
Hanyalah sunyi yang sanggup mengajarkanku untuk tak mendua

Kaki perkataan selalu menagih janji
Apa yang dulu terucap jangan dibuang ke butir-butir pasir pantai
Tagihannya selalu mendengung di telinga
Tanah yang kupijak bagai tak ada
Atau mungkin kakiku sendiri yang hampa

Sedangkan kaki pengalaman selalu menginjak kerikil
Jalanan yang tak rata amat sering membuatnya terkilir
Maka makin hari ia makin cenderung membeku
Tapi kutahu membuatnya cair menurut resep kalbu
Ialah mengalirkan empati sebagai unsur cinta yang matang
Yang kalau kekasihku haus, akulah yang gugup mencarikan air munum
Yang kalau hatinya terluka, perasaankulah yang mengucurkan darah ke sekujur tubuh

Ketika kaki perkataan dan pengalaman berjalan seiring
Kesunyianku menggetarkan warta ke sanubari
Bahwa cinta bukanlah bertahan seberapa lama
Tetapi seberapa jelas dan ke mana arahnya
Suatu saat kelak, satu jualah adanya

*(gnb:tmn aries:jkt:jumat:14.10.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.