Dalam Yesus Kristus Penebus Kita: Narasi Yan Olencki, SVD

0

Oleh Gerard N Bibang*)

Yang kutahu, ia bersaksi tentang dunia yang hanya bisa sederhana
Karena jenis dan standar kebahagiaannya memang sangat biasa-biasa saja
Selalu bergembira dengan membahagiakan orang lain
Dengan melucu-lucu melalui pengajaran bahasa latin
Tentang pengertian adalah soal lain
Yang penting pesannya sampai
Seperti pernah sekali ia berkata: “siapa dari Reo itu berasal, Pater Paul Rehmet, regional jadi”
Kami tertawa dan meloncat-loncat kegirangan di sekitarnya
Ia pun ikut ngakak sejadi-jadinya

Ia selalu berbagi sukacita
Karena ia yakin semua telah dipersatukan dalam Yesus Kristus Penebus kita
Ungkapan ini adalah sapaannya yang pakem di depan kami semua
Selalu dirangkaikan dengan perlindungan Bunda Maria
Menyata dari rosario yang selalu didaraskannya setiap waktu kosong
Dan di setiap saat mengawasi ujian
Dirinya, hidupnya dan kata-katanya adalah sebuah sembahyang
Tidak pernah terdengar dari mulutnya bicara buruk tentang orang
Tak ada sedikitpun minatnya terhadap kehebatan diri
Karena jenis kelemahan terhebat adalah kebiasaan untuk mentertawakan diri sendiri
Ia meyakini hidup ini sejatinya sendagurau
Segala sesuatu sudah disiapkan oleh Yesus Kristus Penebus kita
Sejauh-jauh langkah merengkuh

Yang kutahu, kaki-kakinya tidak meloncat menggapai langit
Tak ada yang ia harus lari terbirit-birit
Tangannya tidak mengacungkan tinju ke angkasa
Sebab tak ada satu unsur apapun dalam kehidupan ini yang membuatnya kagum dan terpana
Kekuatannya tak akan menyentuh siapa-siapa
Karena ia tidak tertarik pada kemenangan atas manusia
Dalam Yesus Kristus Penebus kita
Bersama Maria ibunda-Nya
Kematian selalu menjadi hal yang dirindukan
Karena dari imannya ia sudah melihat ada kehidupan kekal, di sana

Kalaupun pikirannya mengembara sampai ke ruang hampa
Bergaya serius untuk mengatakan apa yang dipikirkannya
Kutahu, hatinya sudah lama selesai dan tak meminta apa-apa
Kecuali bagaimana menyenangkan anak-anaknya yang di depan mata
Tak ada sekilaspun padanya mimpi menaklukkan dunia
Sebab dunia sangat murah harganya
Dan hanya beberapa tetes keringat dari badannya yang direlakan untuknya
Kebesaran, kemegahan dan kegagahan amat sangat ia remehkan
Dan tak akan pernah ia kenakan sebagai pakaian
Sejak di Kisol, Mukun, Todo dan Langkemajok
Hingga ke Polandia, kembali ke titik nol

Jika ada orang beramai-ramai tersesat menjunjung dan memuja-mujanya
Volume kepalanya tidak membesar dan hatinya tetap bisa mengantuk
Ia tahu semua itu adalah sendagurau dan permainan
Hidup ini memang mentertawakan diri sendiri dan melucu-lucu
Jika ada orang menemukan kebenaran sehingga merendahkannya
Helai-helai bulu badannya tidak berdiri bahkan kantuknya bertambah lelap
Membawa siapa pun saja kepada Yesus
Adalah kegembiraannya yang tak pernah diukur oleh waktu

Maka, kutahu kematian adalah puncak kerinduannya
Doakanlah kami sekarang dan pada waktu kami mati
Adalah pintanya kepada Bunda Maria, selalu dan di mana-mana
Adalah keyakinan yang telah mengalir dalam jiwa raganya
Maka kutahu, ia tidak pernah mati
Kematiannya adalah cinta di jalan sunyi
Seperti kata Emha Ainun Nadjib ini:

/Ambillah….ambillah/
/Akan kumintakan izin/
/Kepada Allah yang memilikinya/
/Sebab toh…bukan diriku ini/
/Yang kuinginkan dan kurindukan/

*(gnb:tmn aries:jkt:selasa:8.11.22: RIP P.Yan Olenski, minggu 6.11.22 di Polandia)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.