“Datanglah Ya Roh Kudus di Bumi 2021” Puisi oleh Gerard N Bibang

0

Tilik, BULIR.ID – Veni sancte Spiritus! datanglah ya Roh Kudus ke bumi 2021; hati dan raga kami tercabik-cabik oleh virus demi virus; datanglah, dengan-MU, merdeka-lah segala makhluk, pikiran dan perilaku; merdekakanlah bumi ini dari kerangkeng dunia, dari prasangka mendapatkan dunia adalah dengan sendirinya mendapatkan surga

Veni sancte Spiritus! ENGKAU bukan cairan misterius, magis atau benda animistis; ENGKAU-lah ALLAH sendiri; tinggallah di sini, berikanlah arah ke mana bumi ini harus membuang wajah, ke mana harus mengayunkan langkah; bumi kami hanyalah persinggahan; hanyalah rest area, numpang makan minum sebentar, lalu berjalan dan berjalan lagi hingga langkah makhluk menapak di alas tiba

Lava quod sordidum ! basuhlah segala yang tercemar; bersihkanlah bau yang busuk; perlihatkanlah sikap pemimpin-pemimpin yang hanya membenarkan dirinya sendiri; perlihatkan sikap iri dan dengki yang mengklaim diri paling suci; yang mengklaim agama menjadi tujuan; yang menganggap tidak seagama dengannya hanya berhak menjadi penghuni neraka

Sana quod est saucium! sembuhkan yang luka; yang tersiksa oleh politik dan kebijakan publik yang tidak adil; yang ditindas oleh perlakuan dan prasangka mayoritas adalah paling benar; yang terkungkung dalam belenggu pola pikir kenyang sendiri; yang jatuh miskin dan sengsara karena bumi ini telah dikavling oleh orang-orang berduit; oleh orang-orang yang paling berhak mengakui pribumi

Riga quod est aridum! siramilah yang gersang! hiburlah mereka yang dengan niat penuh dan baik untuk membangun bumi 2021; sejukkanlah dan siramilah kaum tertindas yang atas cara tertentu harus menutup mulut atau kelu karena terus menerus didesak ke pinggir karena tak berdaya

Flecte quod est rigidum! bengkokan apa yang telah menjadi kaku! permalukanlah sikap keras para pemimpin, pengamat, ahli dan hirarki; singkirkan semua rasa aman yang palsu; patahkanlah intrik-intrik para elit dan politisi;
hancurkan perselingkuhan pemodal dan penguasa yang terjajah nafsu; yang mempersempit tujuan mulia kehidupan ke dalam urusan selangkangan yang bau

Fove quod est frigidum! hangatkan segala yang beku!; cairkanlah kerinduan kepada kekasih yang mungkin tidak sedang di sini; singkirkan semua ketakutan, kegelisahan; bukalah setiap hati warga bumi 2021 dengan kasih-MU yang tidak mengenal batas; cairkanlah otak-otak yang sudah kental-beku; yang bermata gelap karena disilau oleh uang dan suhu pendingin udara serta janji-janji surga sehingga berani menjadi pengkianat kebenaran karena dengan sengaja tidak mengatakan apa yang senyata-nyatanya ada; dan sengaja mengatakann hal-hal dan pasal yang ditunjuk oleh uang

Rege quod est devium! arahkanlah kami yang mulai tersesat; yang mulai salah sangka luar biasa terhadap esensi keindahan kehidupan yaitu ada bersama untuk berbagi dan saling mengasihi; mampukanlah kami untuk mengatakan apa yang salah, apa yang benar; beranikanlah kami untuk bersuara tentang ketidakadilan dengan terus terang; mampukanlah semua untuk bekerja demi kebenaran, keadilan dan perdamaian

****
·Puisi ini merupakan refleksi lanjutan dari HANS KUENG dalam Why I am still a Christian, Abingdom PressNashville, 1987
***
(gnb:tmn aries:jkt:hari minggu pentekosta:23.5.21)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.