Gila! Ancam M Kace, Irjen Napoleon: Nanti Keluarga Kamu Saya Bunuh Semua!

0
mantan Kadivhubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte

Tabur, BULIR.ID – Sidang kasus dugaan penganiayaan terhadap M Kace oleh Irjen Napoleon terus berlanjut di PN Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2022). M Kace mengaku diancam oleh Napoleon saat itu jika keluarganya akan dihabisi.

Pernyataan itu disampaikan Kece saat menceritakan kronologis penganiayaan yang dialaminya dahulu. Dimana saat itu, Kace sedang tidur di atas tikar usai babak belur dihajar Napoleon dan terdakwa lain, pada 26 Agustus 2021 dini hari, hingga akhirnya dia terbangun pada pukul 15.00 WIB.

Kace diminta keluar dari kamar tahanan nomor 11 untuk menghadap ke ruang penyidik. Adapun Kace hendak diperiksa sebagai tersangka kasus penodaan agama, dan saat hendak menuju ruang penyidik, Kace kembali bertemu dengan Napoleon.

Namun, Jaksa Penuntut Umun (JPU) gagal menunjukkan rekaman kamera CCTV di ruang sidang karena permasalahan teknis. Dalam pengakuannya, Kace menyebut Napoleon kembali menghajar dirinya.

“Saat mau keluar, saya dihajar lagi oleh terdakwa. Dihajar lagi. Saya dipukul lagi oleh terdakwa sekitar dua kali,” ujar Kace di persidangan, Kamis (19/5/2022).

Mendengar pengakuan itu, JPU mencoba merinci dan bertanya apakah ada perbincangan atau kata-kata sebelum pemukulan terjadi. Kace menjawab jika Napoleon memberikan ancaman, sejumlah kalimat dia ucapkan di ruang sidang menirukan ucapan Napoleon saat itu.

“Kamu jangan macam-macam. Saya Polri perwira aktif, saya polisi, anak buah saya banyak. Nanti keluarga kamu saya bunuh semua,” tutur Kace.

Kace kembali diminta majelis hakim dan JPU untuk mereka ulang kejadian tersebut dalam beberapa gerakan. Satu anggota JPU maju ke depan dan bertindak sebagai model untuk membantu Kace mempraktikkan hal itu.

Kace menerangkan, sebelumnya dia dianiaya oleh para terdakwa di kamar tahanan nomor 11 dan dilumuri dengan kotoran manusia di wajahnya. Alhasil, dia pun mengepel ruang tahanan itu lantaran kotor dan saat tengah mengepel, datang terdakwa lainnya melakukan penganiayaan kembali padanya.

“Setelah itu yang dilakukan terdakwa karena situasi tempat itu bau, mereka pada keluar. Tidak lama pada masuk lagi ada yang bawa minyak wangi, saya langsung pel pakai kaus kuning,” kata Kace.*