Ikut Capres Timor Leste, Begini Nasib Alumnus Seminari Hokeng dan Eks Imam Martinho Gusmao

0

DILI, BULIR.ID – Timor Leste, salah satu negara termuda di Asia Tenggara dengan sistem semi presidensial yang melepaskan diri dari Indonesia, menggelar pemilihan presiden pada Sabtu, 19/03/21.

Sebanyak 16 kandidat bersaing memperebutkan kursi untuk menjadi orang nomor satu di negeri bekas jajahan Portugal itu.Termasuk presiden petahana Francisco Guterres, pemenang Hadiah Nobel Jose Ramos-Horta dan mantan imam Katolik Martinho Germano da Silva Gusmao.

Tak hanya para pria yang berkontestasi namun juga ada empat kandidat perempuan yang mencalonkan diri dalam kontes tersebut, termasuk wakil perdana menteri Armanda Berta Dos Santos.

Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah bahwa empat wanita berpartisipasi dalam pemilihan presiden, membalikkan tren yang sudah berlangsung lamadi mana kandidat perempuan hampir tidak terlihat

Jika tidak ada yang mencapai mayoritas mutlak, pemungutan suara putaran kedua akan diadakan pada 19 April. Pemenangnya akan menjabat pada 20 Mei, saat Timor Lorosa’e merayakan ulang tahun ke-20 kemerdekaannya dari Indonesia, yang menduduki bekas jajahan Portugis selama 24 tahun.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh universitas nasional menunjukkan bahwa Ramos-Horta (72), mantan komandan pasukan pertahanan Lere Anan Timur dan Guterres adalah salah satu kendidat favorit.

Ia didukung oleh partai CNRT pimpinan Xanana, mengungkapkan alasan keterlibatannya dalam mencalonkan diri karena dia merasa presiden saat ini telah “melebihi kekuasaannya”.

Sedangkan Guterres, seorang mantan pejuang gerilya berusia 67 tahun, mengatakan dia yakin pemilihan itu akan memberinya masa jabatan kedua.

“Saya yakin saya akan memenangkan pemilu ini dan rakyat akan menegaskan kembali hak-hak mereka melalui pemilu. Jika saya terpilih kembali, saya akan terus membela hak-hak demokrasi negara kita dan menciptakan pembangunan berkelanjutan”.

Pesta demokrasi terbesar di Timor Timur itu sering kali diwarnai dengan kekerasan dan konflik.

Pada 2018, lebih dari 12 orang terluka dan beberapa mobil dibakar setelah bentrokan antara partai-partai utama Fretilin dan CNRT.

Hasil hitung cepat

Pada proses penghitungan cepat, untuk sementara kandidat presiden nomor urut 14, Jose Ramos Horta unggul atas calon presiden Francisco Guterres Lu Olo. Bahkan Horta menang di TPS Lu Olo.

Selain Horta dan Lu Olo, calon presiden Armanda Berta dos Santos yang diusung Partai KHUNTO berada pada posisi ketiga. Sedangkan Mariano Assanami Sabino yang diusung Partai Demokrat (PD) berada di urutan ke-4.

Kandidat presiden dari Independen, Letnan Jenderal Purnawirawan, Lere Anan Timur berada di posisi ke-5. Sementara kandidat presiden lainnya, sebagai penggembira, bahkan ada kandidat yang belum memperoleh suara.

Seperti diketahui bahwa jumlah pemilih secara nasional sebanyak 859.613 dan luar negeri 7.113 pemilih. Perinciannya, Aileu (45.833), Ainaro (96.207), Baucau (70.283), Cova Lima (47.807), Dili (190.710), Ermera (82.714), Lautem (48.012), Liquica (50.987), Manatuto (35.603), Manufahi ( 40.825), Viqueque (58.421) dan Oe-Cusse (51.495).*