Mahasiswa Katolik Semester Satu Universitas San Pedro Lakukan Aksi Sosial di Kampung Pemulung Kota Kupang

0

Kupang, Bulir.id – Mahasiswa Katolik Semester satu Univeritas San Pedro Kupang, Nusa Tenggara Timur mengadakan bakti sosial, bertempat di Kampung Pemulung Ada Aqua, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, pada Selasa, (14/12/21) pukul 16.00 Wita.

Kegiatan yang bertajuk bakti sosial mahasiswa San Pedro itu didampingi oleh para dosen, diantaranya; Bapak Alexius Andi Watir, Bapak Rudobertus Talan, dan Bapak Florianus Nay.

Kegiatan tersebut bertujuan sebagai bentuk pegabdian mahasiswa kepada masyarakat dan juga sebagai bentuk pewartaan keselamatan bagi sesama dengan membagi kasih bagi orang-orang di lokasi kampung pemulung. Selain itu memberikan kesempatan kepada mahasiswa secara aktif turut dalam kegiatan di luar kampus.

Kegiatan dibuka dengan doa bersama kemudian kata sambutan dari ketua Kampung Pemulung, Bapak Imanuel Tabun, dilanjutkan penyampaian maksud dan tujuan dari Ketua Koordinator Mahasiswa atas nama Jefrianus Un dari Program Studi Statistika kemudian dilanjutkan peneguhan dan penguatan dari Bapak Alexius Andi Watir dan Bapak Rudobertus Talan.

Alex Andi Watir, dosen San Pedro saat dihubingi bulir.id mengungkapkan bahwa, para mahasiswa cukup kreatif sebab mereka bisa mengaktualisasikan konsep-konsep yang dipelajari di kelas dengan aksi nyata sebagai bentuk tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa katolik semester satu San Pedro. Karena sebagai dosen pembimbing, kami hanya memberikan clue topik kegiatan untuk aksi nyata dari pengalaman perkulihan di kelas. Kami hanya membantu mengarahkan dan membangun komunikasi dengan teman-teman mahasiswa, sehingga semua kegiatan berjalan dengan baik,” kata Alex.

Dosen lulusan Universitas Airlangga Surabaya itu menaru harap agar ilmu-ilmu dan teori-teori yang dipelajari di dalam kelas dapat diaplikasikan dalam kehidupan harian karena toh pada akhirnya mereka akan hidup bermasyarakat. Soft skill seperti ini yang diharapkan di masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, bersama bapak ketua Kampung Pemulung Imanuel Tabun mengatakan bahwa, kampung pemulung ini pada tahun 2017 sempat ingin diminta untuk dikosongkan oleh pemerintah. Tetapi atas kerja keras dan usaha beliau maka kampung pemulung tersebut tetap berdiri hingga sekarang.

“Saya dan beberapa anggota kampung ini bertemu dan berdialog dengan bapak walikota untuk kemudian atas ijin beliau sehingga diperpanjang hingga kini,” kata Tabun.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa sekarang ini kebutuhan terbesar yaitu kebutuhan akan alat penyemprot obat nyamuk (fogging). Mengingat perkembangan jumlah KK yang semakin meningkat.

Data terakhir sesuai dengan yang disampaikan bahwa terdapat 26 KK pada lokasi tersebut. Hal ini patut menjadi perhatian bagi pihak swasta maupun pemerintah dalam menyingkapi kebutuhan masyarakat kecil tersebut.

Kegiatan berlanjut dengan pembagian sumbangan, mahasiswa bermain bersama dengan anak-anak dan menonton video motivasi serta ditutup dengan dokumentasi bersama.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa San Pedro ini menjadi corong bagi implementasi serta kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Kami sangat senang dengan kegiatan ini karena para dosen memberikan tanggung jawab dan kepercayaan yang besar kepada kami untuk melaksanakan kegiatan ini. Sebenarnya kami ingin mewartakan kasih dan memberikan kabar gembira serta berbagi kasih dengan adik-adik di kampung pemulung yang kurang beruntung” ungkap Sr. Herlin Tukan mahasiswa prodi matematika.

Semoga ini menjadi awal bagi langkah-langkah pengabdian selanjutnya bagi mahasiswa Universitas San Pedro dalam mengimplentasi ilmu dalam kehidupan nyata. Di akhir kata, Amor patriae nostra lex, cinta tanah air adalah hukum kita.*

*Penulis: Florianus Aloysius Nay

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here