PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera di Maluku Utara

0

Jakarta, BULIR.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan prasejahtera dengan membuka empat unit baru program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Maluku Utara. Unit tersebut resmi beroperasi di Morotai, Tidore, Weda, dan Sofifi, wilayah yang selama ini dikenal memiliki tantangan geografis serta keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Peresmian empat unit Mekaar ini disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap penguatan ekonomi masyarakat subsisten, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro. Sherly menilai persoalan utama yang dihadapi perempuan pengusaha kecil adalah keterbatasan akses modal, minimnya pelatihan, serta kesulitan pemasaran produk.

“Permasalahannya selalu di akses modal, bingung harus menjual produk apa, pelatihan, dan pemasaran. Tugas kami di sini memastikan ibu-ibu naik kelas dan literasi keuangan bukan hanya menjadi PR PNM, tetapi juga Pemprov Maluku Utara,” ujar Sherly dalam seremoni pembukaan unit Mekaar, Rabu (21/1).

Kehadiran PNM Mekaar di empat wilayah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi perempuan prasejahtera untuk membangun usaha yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada praktik pembiayaan informal yang berisiko tinggi.

Di lapangan, program Mekaar tidak hanya menyediakan pembiayaan usaha, tetapi juga pendampingan rutin dan penguatan kapasitas nasabah. Pendampingan meliputi pengelolaan keuangan sederhana, pembentukan disiplin usaha, hingga pengembangan mental kewirausahaan. Pola ini dinilai relevan bagi masyarakat kepulauan yang selama ini mengandalkan usaha kecil berbasis rumah tangga sebagai penopang ekonomi keluarga.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa ekspansi layanan ke Maluku Utara merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PNM untuk memastikan akses keuangan formal menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“PNM berkomitmen hadir hingga ke titik-titik yang sulit dijangkau. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk perempuan prasejahtera di wilayah kepulauan, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses keuangan yang aman, legal, dan disertai pendampingan,” kata Dodot.

Menurutnya, kehadiran PNM Mekaar bukan sekadar membuka unit layanan, melainkan membangun ekosistem pemberdayaan yang memberi rasa aman bagi nasabah dalam mengembangkan usaha. Dengan pembiayaan yang terjangkau dan pendampingan berkelanjutan, perempuan prasejahtera diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah PNM ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat subsisten melalui pendekatan pemberdayaan. Di wilayah kepulauan seperti Morotai hingga Weda, keberadaan layanan keuangan yang dekat dan terpercaya menjadi faktor penting untuk mendorong usaha kecil tumbuh dan bertahan.

Pembukaan empat unit Mekaar tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti di pusat-pusat ekonomi, melainkan terus bergerak hingga ke pulau-pulau terluar, tempat harapan sering tumbuh dari usaha kecil yang dijalankan dengan ketekunan dan keberanian.