Puisi-puisi Gerard N Bibang: Jarak Membentang

0
Gerard N Bibang

JARAK MEMBENTANG

Gerangan apakah sesungguhnya yang membentang
Di jarak antara kedua kakiku dan kakimu yang terus melangkah
Apakah gerak takdir yang begitu susah dipegang?
Apakah hanya gejala demi gejala yang bersusul-susulan?
Apakah prasangka dan kesimpulan yang saling menggugurkan?
Ataukah pertanyaan demi pertanyaan yang tak membutuhkan jawaban?

Kentalnya sebuah rasa selalu menunjuk sesuatu
Ialah rindu yang tak pernah pupus
Yang oleh mata pandang ilmu tak kan pernah dikupas tuntas
Yang semuanya tak pernah selesai ditunaikan
Yang untuk menjembataninya kembali, musti siap gagal

ADA APA SEBENARNYA

Ada apa sebenarnya antara engkau dan aku?
Mungkinkah ini yang Tuhan sebut mainmainan?
Yakni kehidupan yang tegang namun bernama senda gurau
Ataukah ini sekedar sesuatu antara omongan dan perbuatan?
Antara pelampiasan rindu dengan imajinasi liar dalam kesepian?
Antara kenyataan di perkataan dengan kenyataan di pengalaman?
Antara romantisme masa lalu dengan revolusi pembebasan dari keterpenjaraan rasa?

Aku tak bisa berhenti berjalan
Aku terus kelaparan
Bahkan dalam tidur aku bangun, melompati masa depan
Engkau dan aku adalah satu dalam keabadian rasa

TAK SALING MENDUA

Aku ini termasuk orang yang sukar berbahagia
Sebab makin banyak memandang adegan kehidupan
Makin bertumpuk pula pertanyaan kepada Tuhan
Apakah ini cinta yang benar atau kemanjaan rasa pada masa silam?

Ketika berdekatan, sedang rasa teramat jauh
Tapi ketika berjauhan, sedang rasa begini dekat
Seperti langit dan warna biru
Seperti sepi menyeru

Yang pasti, kukandung rinduku, selalu
Seperti mengandung mimpi terendam di kepala
Tapi sayup-sayup sampai menyapa kalbu
Senyatanya kesunyian-lah yang kian membentang
Sebaiknya memang demikian, wahai kekasihku
Karena hanyalah sunyi yang mengajari kita untuk tak saling mendua
**(gnb:tmn aries:jkt:jumat:21.10.22)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.