Selamat! Pramono Anung Resmi Resmi Pimpin Jakarta 5 Tahun Mendatang hingga 2030

0

Jakarta, BULIR.ID – Provinsi DKI Jakarta akhirnya memiliki gubernur baru. Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M akhirnya resmi menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta untuk masa bhakti 2025-2030.

Selama 5 tahun ke depan, sosok yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet yang menjabat selama 10 tahun itu akan memimpin daerah Jakarta bersama wakilnya Rano Karno (Si Doel) .

“Mewakili jajaran redaksi dan manajemen Indonews.id, saya menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M dan Bapak Rano Karno atas jabatan barunya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta selama 5 tahun ke depan. Semoga amanah dan program yang dicanangkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat DKI. Dan tentunya semakin menyala,” kata Ketua Dewan Pakar BULIR.ID, Drs. Asri Hadi, MA di Jakarta.

Diketahui, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M dan Rano Karno (Si Doel) resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk masa jabatan 2025-2030.

Pramono Anung Wibowo (lahir 11 Juni 1963) atau yang lebih dikenal dengan nama Mas Pram adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia pada Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sejak 12 Agustus 2015.

Pada tanggal 22 Oktober 2019, Anung dipilih kembali menjadi Sekretaris Kabinet Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI mewakili PDI Perjuangan periode 2009-2014.

Pramono Anung lahir di Kediri. Ia menempuh pendidikan sarjana di Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung dan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Pada 11 Januari 2013, Pramono resmi menyandang gelar doktor Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Padjajaran.

Setelah lulus kuliah, ia mengisi posisi penting, misalnya direktur di PT Tanito Harum (1988–1996) dan PT Vietmindo Energitama (1979–1982), serta komisaris di PT Yudhistira Haka Perkasa (1996–1999). Karier politiknya dirintis dari bawah dengan bergabung menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Sebagai politikus, ia memiliki riwayat empat kali terpilih sebagai anggota DPR-RI.[6] Pada tahun 2000 ia berhasil menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP PDI-P. Tahun 2005, Pramono Anung naik jabatan menjadi Sekretaris Jenderal PDI-P.

Sebagai Sekjen PDI-P, ia bertugas menggerakkan roda partai hingga ke daerah-daerah. Ia menjadi penggerak untuk memastikan semua organ partai bekerja memenangkan Megawati dalam Pemilu 2009. Pada era kepemimpinan SBY ia terpilih menjadi wakil ketua DPR-RI untuk periode 2009-2014.

Ia dilantik menjadi Sekretaris Kabinet pada tanggal 12 Agustus 2015, menggantikan Andi Widjajanto. Selama 9 tahun masa kepemimpinannya, Sektretariat Kabinet selalu mendapat penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Pada masa kepemimpinannya, tradisi Sekretaris Kabinet memberikan keterangan langsung melalui podcast dimulai. Semua menteri juga diwajibkan mengikuti sidang paripurna kabinet setiap bulannya agar koordinasi berjalan baik. Pada tanggal 2 Januari 2023, ia mengeluarkan Peraturan Sekretaris Kabinet No 1 Tahun 2023 yang mengatur Penetapan Kinerja Utama di Lingkup Sekretaris Kabinet.

Ia juga memulai upaya agar Sekretariat Kabinet agar tidak menjadi jalur menitipkan kepentingan dengan menerbitkan Peraturan Sekretaris Kabinet (Perseskab) Nomor 6 Tahun 2017, yang berisi Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan pada tahun 2017.

Pramono Anung dan pasangannya Rano Karno (Si Doel) secara resmi ditetapkan oleh KPUD DKI Jakarta, berhasil menjadi pemenang dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta Tahun 2024 dengan perolehan 50,07% atau 2.183.239 suara.

Hal ini membuat dirinya dan Bang Doel menjadi pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta pertama dalam sejarah yang berhasil menang satu putaran pada pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta.