“Tapi Aku Merindukanmu” oleh Gerard N Bibang

0
Gerard N Bibang

TAPI AKU MERINDUKANMU (1)

sangat jelas wajahmu di pandangan mataku
tapi tak tampak bagi mata orang banyak
sangat terang telingaku mendengar suaramu
tapi tak satu huruf pun dapat kubaca
kebisingan dunia sudah tak kira-kira
aku sangat nyambung kepadamu
engkau tetap terdekap erat di pelukanku
meski yang engkau semayami sekarang bukan ruang
dan tempatmu melangkah bukan fisik benda

tapi aku merindukanmu
kubawa engkau di gelembung kasih sayangku
tak ada tempat parkir bagi waktu
melewati beribu cakrawala kugendong engkau
hingga tiba saatku bersamamu

TAPI AKU MERINDUKANMU (2)

bertahun-tahun sudah aku berkelana
keluar masuk ruang, waktu dan cakrawala
ternyata yang senyata-nyatanya ada ialah perjalanan
kemudian berhemat tenaga sebentar di beberapa tempat persinggahan
semuanya di sini, di tempatku, di dunia

engkau, kekasihku, memang tidak di sini
tapi aku merindukanmu tiap hari
orang-orang toh tak mau tahu ini urusan antara siapa
mereka pikir aku sedang halu bercinta

TAPI AKU MERINDUKANMU (3)

wahai engkau yang selalu kurindukan
kenapa selalu ada yang engkau sembunyikan
aku mengucapkan kata
engkau menjawabnya tanpa kata
ketika aku mengurai rindu
dalam senyap, engkau menjawabku dalam bisu
tapi kudengar sangat jelas
memang itulah bahasamu

aku memang mendengarmu bukan dengan telinga
hati kita sudah saling menyapa
melintasi ruang dan waktu
tak tampak mata tapi aku merindukanmu

rinduku adalah energi jiwa-raga
ada-bersamamu adalah kredoku yang tak ditawar-tawar
sejauh-sejauh melangkah hingga terhenti di alas tiba

TAPI AKU MERINDUKANMU (4)

ya ampun engkau cintaku, sayangku
mudah amat namamu disebut-sebut dalam kalbuku
ya salam sayang engkau kekasihku
aku pun di sini sedang terombang-ambing
terhimpit antara arus liar di aliran sungai
dan daun kering yang diterbangkan angin

tapi aku merindukanmu
sekarang kukasih tahu semua itu
aku terlanjur mengasihimu

TAPI AKU MERINDUKANMU (5)

kenapa aku hanya menulis-nulis puisi
yang muatannya dibikin tersembunyi
cukup aku yang tahu
rinduku adalah bahasa cintaku
banyaklah cara menggapaimu
di sini atau di situ
tapi aku menahan diri
takkan kuangkat yang lain untuk dicinta
cinta kita adalah tetesan langit
sekali terjadi, tak akan pernah terulang
*(gnb:tmn aries:jkt:sabtu:11.12.21)

Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.