“Tapi Aku Menyapamu” oleh Gerard B Bibang

0

TAPI AKU MENYAPAMU (1)

waktuku sempit untuk keserakahan dan kekonyolan
engkau pun sudah tahu
meski mendekat ke liang lahat tak seorang pun dapat menduga
kusiapkan masker untuk melindungi akal dan hati
agar selalu bisa melihat eksistensimu dalam rupa lain

tapi aku selalu menyapamu
dalam bahasa hati yang bisu
maka dunia takkan bisa ambil kita jadi kuda tunggangan
nanti di senja sekarat mereka akan baru mengalami kelahiran
bahwa yang sejati itu ialah hidup di sana
di sini hanya numpang makan minum sembari berjalan dan berjalan

TAPI AKU MENYAPAMU (2)

karena cinta kita adalah titipan yang melimpah dari langit tinggi
aku merelakanmu berada di sana
mungkin engkau sedang lelap dalam tidurmu, sendiri
aku hanya bisa menduga-duga

tapi aku selalu menyapamu
cinta kita lahir dari masa silam dan kita sama-sama peduli
adalah hakku dan hakmu untuk tidak kita habiskan hari ini
kita bukan ahli waris penikmat dunia dengan akal sekarat
akal sehat tetap dirawat dalam cinta yang sebenar-benarnya

TAPI AKU MENYAPAMU (3)

tak mungkin aku temukan alamatmu
mustahil aku mengerti koordinat pijakanmu
takkan pernah aku tahu ke mana arah langkahmu
sebab yang aku pandang bukanlah engkau yang pernah kutahu
yang kurangkai dalam konsep dan pengertian ilmu
dari perspektif dunia yang penuh keterbatasan
yang disangka apa yang diketahui, itulah segala-galanya

tapi aku tidak tersiksa oleh kenyataan ini
agar mataku tidak tertutup dari keluasan ilmu
maka aku selalu menyapamu dalam sepi, sendiri
biar tak tampak oleh dunia bahwa engkau dan aku memang satu
tak apa engkau berkata aku ada di dunia
asal engkau pahami bahwa cintaku padamu tidak terikat dunia
di sini kita telah sama-sama sejenak menaburkan cinta
meski apa yang sudah dimulai belum dinyatakan tuntas

TAPI AKU MENYAPAMU (4)

tengoklah wajah dunia ini, kekasihku
aneh karena yang orang-orang peragakan malah bukanlah diri mereka sendiri
ajaib mereka mempersamakan kedaulatan diri mereka dengan yang maya
mereka pasang di muka mereka wajah orang lain
bangga berlomba jadi yang terhebat

tapi aku tidak tersilau dan selalu menyapamu
engkau bukan makhluk semu
cinta kita melampui bahasa dan kata
mengatasi ruang, waktu dan cakrawala

TAPI AKU MENYAPAMU (5)

kutahu engkau ada tapi di sana
menjarak bukan risau bagi kita
engkau dan aku satu adanya
tanpa kata dalam sejuta bahasa bisu
tapi aku menyapamu, selalu
hingga tembus ruang di seberang cakrawala
jumpa kembali denganmu adalah rinduku sejatinya

selalu bermesraan dengan berjuta penawaran dunia
kadang muncul urat pendek dan mata kalap
untuk urusan kenikmatan sekejap
tapi suara halusmu menyentuh
menembus cakrawala menyapa kalbuku
maka aku takkan mencampuri urusan dunia
hanya siaga masa depan, untuk cahaya dan keabadian
ialah bersamamu dalam cinta yang kekal
*(gnb:tmn aries:jkt:senin:13.12.21)

Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.