Puisi Hari Ibu “Sekuntum Mawar Pemilik Rahim” oleh Gerard N Bibang

0

SEKUNTUM MAWAR PEMILIK RAHIM

tatkala di hari istimewanya kau datang kepadaku, bertanya siapakah sang ibunda
ini jawabku: ia adalah sekuntum mawar
tusukan durinya adalah kecupan sayang
bahwa cintanya lebih dari hanya kasih sayang dan senang-senang
bhw ia adalah pemilik rahim yang selalu ranum utk kehidupan baru
yang pasti luka dan berdarah pada saat-saat genting antara mati dan hidup
tapi bibirnya tersenyum indah sekali
terlukis abadi dalam sanubari

apa kau sudah lupa?
kau takkan pernah bisa mengasihi keindahan mawar sebagaimana kau juga tidak bisa menggarami lautan
kau memang mengasihinya tapi itu tak lebih dari sebuah upaya agar kau mendapatkan kasih sayang lebih darinya
dalam cinta, segala sesuatu menjadi mungkin
sekuntum mawar itu telah memberi bukti

apakah kau lupa akan misterinya yang takkan pernah kau mengerti?
tatkala kau merintih tangis
sang ibunda-lah yang meneteskan air mata
tapi Tuhan menyeka air mata dari pipinya

tatkala kau bersedih
sang ibunda-lah yang merintih perih
tapi Tuhan menyiapkan hiburan-hiburan baginya
meski di depan matamu semua itu tak tampak

menangislah yang banyak untuk sekuntum mawarmu
jangan sekali-kali kau bikin Tuhan naik pitam kepada hidupmu
butiran-butiran air matanya selalu menjelma cahaya
membuat para malaikat silau dan marah kepadamu
sehingga ketika tiba hari penghakiman
Allah tidak melarang malaikat-malaikat-NYA tatkala menutup pintu surga bagimu
***
(gnb:tmn aries:jkt:rabu:22.12.21: hari ibu)

Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.

Gerard N Bibang