“Di Kejauhan Cakrawala,” oleh Gerard N Bibang

0

DI KEJAUHAN CAKRAWALA

teruslah memandang
memandanglah terus
di kejauhan cakrawala
sepasang mata tak pernah terkatub

sejauh-jauh ke cakrawala tak terbatas
dalam gumam-gumamku sendiri bertanya kepada selaksa bintang
seberapa jauh kah masa depan di depan mata terbentang, sepuluh tahun lagi, seratus tahun lagi?

teringiang-ngiang kata orang bijak:
” nasib anak cucumu dan semua umat manusia di muka bumi tergantung pada dekat atau panjang pendek pandangan terhadap apa yang di depan mata”

aku membisu dalam gumam-guman sendiri
dari jarak tak seberapa terdengar kicau murai menyinyir kebodohanku pagi-pagi
tentang merenung jarak pandang
energi jiwa bagi seorang peziarah
***
(gnb:tmn aries:jkt, sabtu penghujung november ’21)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta.