Distribusi Buku, Investasi SDM untuk NTT

0

Bulir.id – Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh investasi Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya. Itu sebabnya, kalau hari ini, daerah di mana kita tinggal masih terseok-seok untuk menjemput kemajuan, mari sejenak menatap ke belakang.

Lihat kembali orientasi kebijakan dan pembangunan yang telah dilakukan. Apakah sudah mengerucut pada pembenahan infrastruktur SDM atau masih sebatas pada pemolesan citra diri kekuasaan?

Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai salah satu daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah, sedikit lebih tinggi dari Provinsi Papua dan Papua Barat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, IPM NTT hanya bertengger di angka 66,11, Papua 60, 44 dan Papua Barat 65, 19. Di level nasional, Jakarta tercatat sebagai Provinsi dengan IPM tertinggi, yaitu 80, 77 menyusul Yogyakarta 79, 97 lalu Kalimantan Timur (Kaltim) 76, 24.

Investasi SDM

Masalah buruk SDM di NTT menjadi menjadi titik pangkal benang kusut dari sejumlah persolan seperti kemiskinan, stunting, angka putus sekolah, perdagangan manusia dan pengangguran. Cerita pahit dari NTT selalu berkutat pada hal-hal ini saja, memilukan.

Ada banyak pendekatan yang bisa dilakukan untuk menuntaskan soal-soal di atas dan setiap kita punya potensi untuk melakukannya. Sejumlah anak muda yang bernaung di bawah Yayasan Cipta Insan Bakti (YCIB) dapat menginspirasi kita untuk dapat melakukan aksi nyata.

Di Jakarta, sekelompok anak muda ini melakukan penggalangan buku untuk dikirimkan ke NTT. Berbagai cara mereka lakukan seperti membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh penting, baik akademisi, politisi maupun pengusaha.

Mereka betul-betul menyadari, kemelut panjang krisis-krisis sosial di NTT, yang bersumber dari rendahnya SDM perlu ditangani secara serius, yang berorientasi pada perbaikan kualitas SDM.

“Kita punya mimpi besar untuk NTT. Sudah 75 tahun Indonesia merdeka, namun kualitas SDM di NTT masih stagnan, semacam jalan di tempat. Maka kita bergerak dengan tekad menuntaskan persoalan ini” kata salah satu pengurus YCIB, Rikard Djegadut.

Akses terhadap berbagai sumber informasi dan pengetahuan dengan itu menurut Rikard, harus dipermudah, salah satunya dengan mendistribusikan banyak buku ke NTT. Ini merupakan investasi untuk membentuk kualitas SDM yang semakin unggul sehingga dapat bersaing secara nasional maupun global.

“Beragam masalah di NTT itu muaranya di SDM. Sebetulnya, permasalahan SDMnya akibat dari distribusi pengetahuan yang tidak merata dan kurang seragamnya akses terhadap informasi dan pendidikan. Apa yang kita lakukan adalah investasi untuk membentuk kualitas SDM yang dapat bersaing secara nasional maupun global”, kata Rikard.

Untuk diketahui, sampai hari ini YCIB telah menerima banyak buku dari para donatur, antara lain buku pendukung pembelajaran, buku motivasi, novel, komik, dan buku lainnya yang sesuai dengan segmentasi usia pembaca seperti usia SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa.

Dalam waktu dekat buku-buku ini akan dikirimkan ke beberapa kota di NTT seperti Kota Maumere, Ende dan kota-kota lainnya.
Bagi pembaca yang ingin mengambil bagian dalam kegiatan YCIB baik dengan mendonasikan buku-buku bekas layak baca, maupun dukungan dalam bentuk dan caranya masing-masing dapat menghubungi pihak YCIB di nomor 0853 2786 0471 a.n Djanuar.*