EMA

0

EMA

Oleh
Angelina Utan

November with flowers and garlands on the ground
Prayers continue to be said “good luck in heaven Ema”
Carried by your feet, the wounds continue to unravel
Little cries I put in your ears

November with a wound and a big hole in the chest
Between a broken heart but must be strong to shoot back
Ema, it’s really unfortunate to find a body without a soul, empty, and doused with hugs
That never arrive

Ema,
I’m so tired I count to full moon
Getting you in a dream only, not even a year
I just sighed bored and returned to continue the fight for life as your girl
What can I do?
Besides only being able to save bruises and night prayers dragging feet to rest

Ema,
Days after your departure, I tidy up my memories
Small memories that are getting smaller
Losing you teaches patience.

EMA

November dengan bunga dan karangan bunga di tanah
Doa terus dipanjatkan “semoga sukses di surga Ema”
Terbawa oleh kakimu, luka terus terkuak
Tangisan kecil kuletakkan di telingamu

November dengan luka dan lubang besar di dada
Antara patah hati namun harus kuat untuk bangkit kembali
Ema, sungguh malang rasanya menemukan tubuh tanpa jiwa, hampa, dan disiram pelukan
yang tak kunjung tiba

Ema,
Aku sangat lelah, aku menghitung sampai bulan purnama
Mendapatmu hanya dalam mimpi, sampai setahun pun tidak
Aku hanya menghela nafas bosan dan kembali melanjutkan perjuangan hidup sebagai gadismu
Apa yang bisa saya lakukan?
Selain hanya mampu menyelamatkan lebam dan doa malam menyeret kaki untuk istirahat

Ema, beberapa hari setelah kepergianmu, aku merapikan kenanganku
Kenangan kecil yang semakin mengecil
Kehilanganmu mengajarkan kesabaran.


Angelina Utan merupakan Mahasiswa Semester VI-Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Nipa Maumere