Ini Kronologinya! Empat Warga di Tangsel Terpapar Omicron

0

Tabur, BULIR.ID – Empat warga di Tangerang Selatan positif Covid-19 varian Omicron. Dinas Kesehatan setempat menjelaskan kasus tersebut didominasi dari transmisi lokal.

Satu pasien terkonfirmasi positif usai pulang dari luar negeri (Amerika Serikat) dan setelah 9 hari menjalani isolasi di hotel kawasan Jakarta. Sedangkan tiga lagi merupakan transmisi lokal.

“Kasus Covid-19 varian Omicron di Kota Tangerang Selatan sebanyak empat kasus positif Omicron. Satu kasus berasal dari perjalanan luar negeri,” kata Kadinkes Tangsel, Alin Hendarli, Selasa (11/1).

Dia menuturkan, dengan adanya tiga kasus transmisi lokal tersebut, menambah jumlah kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia. Sementara satu kasus yang berasal dari perjalanan luar negeri dialami seorang wanita berusia 34 tahun.

“Dia sebelumnya ada kunjungan kerja di Amerika Serikat dari tanggal 3/12/2021 sampai 20/12/2021. Langsung pulang dan transit ke Dubai tanggal 21/12/2021,” tutur Alin.

Kemudian selama 11 jam transit di Bandara Dubai, wanita itu hanya di lingkungan bandara. Selanjutnya kata Alin, wanita tersebut tiba di Indonesia tanggal 22/12/2021.

“Setibanya di Soetta, dia langsung dilakukan swab PCR tanggal 22/12/2021 dengan hasil negatif. Kemudian diarahkan karantina ke hotel di Thamrin, Jakarta selama 10 hari. Pada saat hari ke-9 pada tanggal 30/12/2021 hasil swab PCR positif,” ungkapnya.

Selanjutya, karena pihak hotel tidak menerima karantina pasien positif berdasarkan swab PCR, maka wanita itu dirujuk ke RS Ciputra Green Garden pada 31/12/2021 dengan rencana isolasi selama 10 hari.

“Sampai saat ini pasien masih karantina di RS Ciputra Green Garden. Terbaru adalah kasus tranmisi lokal sebanyak tiga kasus, dan dua di antaranya merupakan suami istri yang tidak ada riwayat perjalanan luar negri,” beber Alin.

Menurut dia, dua pasien pasangan suami-istri tersebut awalnya kontak erat dari pasien positif dari salah satu rekan kerjanya. Dari hasil swab keluarganya diketahui isitri positif PCR dengan varian Omicron.

“Kasus selanjutnya adalah laki-laki usia 60 tahun, tidak ada riwayat perjalanan luar negri, awalnya pasien mengeluh meriang kemudian pada tanggal 30 Desember 2021 pasien di tes RDT Antigen hasil positif. Kemudian pada tanggal empat Januari 2022 diswab di RS Pelni Jakarta Pusat,” jelas dia.

Dinkes Tangsel kemudian melakukan tracing terhadap orang-orang yang berkaitan dengan pria lansia itu, mengingat pria tersebut banyak melakukan aktivitas.

“Artinya kita harus melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif untuk menemukan siapa saja kontak erat dengan pasien. Di antaranya di lingkungan tempat kerja,” jelas dia.

Alin mengakui sampai saat ini pihaknya masih menyiagakan seluruh sarana dan fasilitas kesehatan penunjang untuk menangani pasien Covid-19, tidak terkecuali varian Omicron.

“Untuk antisipasi adanya lonjakan kasus Covid 19 sampai saat ini masih tersedia tempat isolasi terpusat Rumah Lawan Covid dengan 300 tempat tidur. Untuk yang tanpa gejala dan gejala ringan dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, juga sudah mempersiapkan Rumah Sakit Serpong Utara dan rumah sakit rujukan lainnya untuk pasien yang bergejala,” tandas dia.*