“Sebab-sebab 2022” Narasi oleh Gerard N Bibang

0

SEBAB SEBAB 2022

1.
SEBAB hakekatmu ada serentak tiada
tiada pada tampak
tapi engkau selalu ada
maka tak kan kusurut setapak pun
menuju alas tiba yang tak seorang pun tahu

2.
SEBAB awal mula perjumpaan kita adalah cinta
di duaribu-duapuluhdua ini belum dinyatakan berakhirnya
memang begitulah hakekat cinta yang sudah dimulai
akan berkecambah dan bersemi tiada bertepi
musim demi musim

3.
SEBAB tahun ini masih terus bising; lalulintas informasi membuat orang mengklaim diri paling benar dan suci; menjadikan nuraninya barang rongsokan yang sudah dibuang dan seandainya ada yang mengambilnya sebagai barang antik, nurani itu tidak akan lolos untuk didaftarkan ke lembaga pelelangan dan bisnis; hanya orang dungu yang membayangkan akan bisa menjumpai kata nurani terdaftar di lembaran-lembaran buku ekonomi, korporasi, supermarket, konglomerasi dan di hubungan antar manusia serta di setiap hubungan percintaan; hanya pemimpin yang surealistik yang memimpikan bahwa nurani merupakan asas utama sebuah kekuasaan; hanya manusia tolol yang mengharapkan nurani menjadi jiwa dari tawa dan tangis serta pergaulan sosial sehari-hari; kalkulasi dan untung rugi menjadi prinsip hubungan antara manusia dan antara dua kekasih

4.
SEBAB di tahun ini orang tdk akan bertanya: benarkah tanah ini miliknya? padahal Tuhan hanya memberikan kepadanya hak pakai, bukan hak milik; maka, orang-orang akan terus menciptakan hukum yang tidak masuk akal dan merampok otoritas Tuhan dengan menciptakan hak milik atas tanah-tanah itu; padahal mereka tidak pernah menciptakan tanah, tidak pernah memproduksi tanah, melainkan tiba-tiba saja menemukan tanah di bawah kaki mereka

maka, perampokan ganda atas tanah-tanah dari tangan para pemilik tradisionalnya tanpa sopan santun dan tawar menawar, akan terus berlanjut; bahkan dari cara-cara mereka tdk mencerminkan bahwa mereka yang mencerabut itu adalah makhluk yang bernama manusia; rahim tanah dikorek habis-habisan atas nama pertambangan demi kesejahteraan; hutan dibabat habis atas nama kemaslahatan bersama melalui apa yang mereka sebut pembangunan

5.
SEBAB orang-orang ini di tahun ini masih akan terus bersungguh-sungguh terhadap materi dan dunia serta menganggap semua itu adalah sorga; mencapai dunia disangka mencapai sorga; maka bumi digali sumber dayanya dan diboroskan habis-habisan; hutan-hutan dipatok dan ditebangi; tanah dipagari tanpa moral jual beli, dan didirikan gedung-gedung yang tidak jelas hubungannya dengan kesejahteraan manusia yang hakiki; mereka-mereka ini terlalu tegang kepada benda-benda dan uang, sehingga mereka perebutkan dengan segala cara; mereka menyangka materi adalah jalan menuju rohani, dan menjelang ajal baru mereka mengerti bahwa mereka sesungguhnya adalah makhluk rohani

6.
SEBAB hipokrisi di tahun ini masih menyeruak dengan kentara dan gagah; sebab dengan keyakinan bahwa menggapai dunia adalah menggapai sorga, orang-orang ini bawa usaha mereka ke dalam sujud-sujud doa dan altar suci bahkan bawa sampai ke tanah suci dan ke tempat-tempat ziarah rohahi; mereka yakin paling benar sendiri; maka menghadapi mereka seperti mengejar bayang-bayang; sebab betapa gampang menghadapi pendusta yang memang pendusta dan mengerti bahwa ia pendusta; tetapi betapa mustahil dan ruwetnya melayani pendusta yang merasa dirinya paling mulia justru di antara orang-orang yang tidak berdusta; maka akan betapa pening akalmu menyaksikan para pendusta melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya diucapkan oleh alim ulama, pastor dan pendeta; ayat-ayat suci mereka lafalkan dengan sikap kesalehan formal luar biasa sementara dengan gamblang engkau melihat beberapa meter dari tempat ibadahnya apa yang mereka lakukan; orang lain disebutnya kafir dan dirinya paling suci
*
(gnb:tmn aries:jkt:minggu kedua januari 2022)

*) Gerard N Bibang adalah dosen sekaligus penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menahbiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here