Jean-Paul Sartre: Kebahagiaan Ditemukan dalam Tindakan Sehari-Hari

0

FILSAFAT, Bulir.id – Jean-Paul Sartre , salah satu filsuf paling berpengaruh di abad ke-20, percaya bahwa manusia tidak dilahirkan dengan tujuan yang telah ditentukan. Sebaliknya, kita mendefinisikan diri kita sendiri melalui tindakan dan keputusan kita.

Sartre, yang menolak Hadiah Nobel Sastra , berfokus pada kebebasan dan bagaimana pilihan kita membentuk perilaku dan identitas kita. Baginya, masa lalu tidak relevan; hanya apa yang kita lakukan hari ini yang benar-benar penting.

Sartre pernah berkata, “Kita ditakdirkan untuk bebas.” Namun bagi Sartre, kebebasan bukanlah tentang melakukan apa pun yang kita inginkan. Kebebasan adalah tentang menginginkan apa yang kita lakukan. Dengan kata lain, kebahagiaan sejati tidak datang dari mengejar dorongan hati, melainkan dari menerima tindakan yang kita pilih.

Ia berpendapat bahwa kebahagiaan bukanlah tujuan yang dicapai dengan melihat pencapaian-pencapaian tertentu. Kebahagiaan adalah sikap etis terhadap kehidupan. Alih-alih menunggu kebahagiaan datang dengan sendirinya, kita menemukannya dalam tindakan sehari-hari yang mendefinisikan rutinitas kita. Dengan “menginginkan apa yang Anda lakukan,” kewajiban menjadi tindakan kebebasan.

Sebaliknya, Sartre memperingatkan bahwa sekadar melakukan apa yang kita inginkan dapat memperbudak kita. Mengikuti dorongan dan keinginan mungkin terasa membebaskan, tetapi hal itu mencegah kita untuk mengambil kendali atas hidup kita. Kebebasan sejati, menurutnya, berasal dari tindakan yang disengaja dan sukarela yang memungkinkan kita untuk bertanggung jawab atas pengalaman kita.

Filsafatnya juga memperkenalkan konsep “itikad buruk,” yaitu penipuan diri yang meyakinkan kita bahwa kita tidak dapat memilih. Alasan dan penolakan terhadap tanggung jawab kebebasan yang begitu besar membuat orang terjebak dalam zona nyaman mereka daripada mengambil kendali atas hidup mereka.

Wawasan Sartre menawarkan solusi untuk kegalauan modern. Misalnya, seorang atlet mungkin tidak ingin bangun pukul 5 pagi atau mengikuti diet ketat. Namun, dengan menerima disiplin sebagai bagian dari proyek mereka, dengan “menginginkan latihan” mereka membentuk identitas mereka dan mengubah usaha menjadi kebebasan.

Menurut Sartre, kebahagiaan bukanlah hadiah atau imbalan. Kebahagiaan adalah hasil dari mengambil kendali atas pilihan Anda dan menemukan kegembiraan dalam pekerjaan yang membentuk siapa diri Anda.*